Monday, 21 October 2019

Dithubla Larang Kapal Indonesia Berlayar ke Filipina

Senin, 27 Juni 2016 — 8:05 WIB
Ilustrasi (dispenal)

Ilustrasi (dispenal)

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah dipastikan telah terjadi penyanderaan kembali terhadap 7 awak kapal Tugboat Charles 001 dan Tongkang Robby 152 yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata di perairan Filipina Selatan Direktoran Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut melarang kapal berbendera Indonesia yang akan berlayar menuju Filipina.

Larang berlayara ke Filipina itu tertuang dalam maklumat pelayaran No. No. 130/VI/DN-16 tanggal 24 Juni 2016 yang ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Laut Ir. A Tonny Budiono ditujukan kepada seluruh

Kepala Syahbandar dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Indonesia yang berisi larangan keras untuk memberikan atau penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal-kapal berbendera Indonesia yang akan berlayar ke Filipina.

Dalam maklumat pelayaran tersebut Dirjen Perhubungan Laut juga memerintahkan kepada Kepala Distrik Navigasi untuk ikut mengantisipasi terulangnya kembali kejadian pembajakan/penyanderaan terhadap kapal-kapal Indonesia yang berlayar menuju atau melintasi perairan Filipina dengan memberdayakan peralatan navigasi yang dimiliki oleh Ditjen
Hubla untuk melakukan pemantauan secara intensif.

“Masalah pembajakan ini merupakan hal yang serius dan tidak dapat ditoleransi lagi. Untuk itu saya minta kepada seluruh Kepala Distrik Navigasi agar menginstruksikan setiap Stasiun Radio Operasi Pantai (SROP) untuk memonitor dan me-relay indikasi atau berita marabahaya sedini mungkin” kata Dirjen Hubla.

Lebih lanjut Tonny meminta masing-masing unsur Perhubungan Laut harus ikut berkontribusi dalam menyikapi masalah ini, termasuk dengan mengerahkan armada kapal yang dimiliki oleh seluruh Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) untuk meningkatkan kewaspadaanya.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh Kepala Pangkalan PLP untuk meningkatkan kegiatan patroli pengawasan dan pengamanan di perairan,“ tegas Dirjen Perhubungan Laut.
Saat ini kapal patroli dan Petugas KPLP telah disiapsiagakan untuk melakukan patrol pengawasan keamanan keselamatan maritim khususnya di wilayah-wilayah perairan di wilayah Indonesia yang rawan dan dapat mengancam keselamatan dan keamanan pelayaran sekaligus untuk melindungi awak kapal pelaut Indonesia.

(dwi/sir)

  • Mangap

    Kenapa ke kanan dulu ya yang disarankan ? kenapa tidak ke arah kiri saja ?