Saturday, 19 October 2019

Yuk! Mudik Ramah Anak

Rabu, 29 Juni 2016 — 9:44 WIB
pemudik

JAKARTA (Pos Kota) – Mudik, sepertinya sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di kota-kota besar Indonesia, untuk menyambangi kampung halamannya saat hari Raya Idul Fitri.

Kata mudik, berasal dari sandi kata bahasa Jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Bagi mereka yang mencari nafkah di kota besar seperti Jakarta, Lebaran dijadikan momen tepat melakukan mudik untuk berkumpul dengan sanak saudara dan sowan dengan orang tua.

Namun sayangnya, dari tahun ke tahun, tradisi mudik di Indonesia syarat dengan potensi kecelakaan dan tidak ramah anak. Hal ini terjadi dengan berbagai pola dan tipologinya. Giwo Rubianto sebagai pemerhati perlindungan anak memberikan beberapa tips agar mudik aman, nyaman dan ramah anak.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto. (Inung)

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto.

“Pertama, ada baiknya tidak membawa anak mudik dengan sepeda motor, apalagi untuk perjalanan jauh karena sangat melelahkan untuk anak. Anak akan terpapar debu sepanjang jalan dan membahayakan psikologinya,” ujar Giwo. “Kemudian apabila anak ikut mudik dengan menggunakan angkutan umum, upayakan agar anak tidak ikut berdesak-desakan,” lanjutnya.

Selain itu, Giwo menyarankan agar orang tua sebaiknya menyiapkan mainan yang disukai anak untuk menemaninya sepanjang perjalanan agar tidak bosan dan rewel. “Jangan lupa siapkan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan sepanjang perjalanan,” pesannya.

Mantan ketua KPAI ini juga mengatakan agar mereka yang mudik dengan kendaraan pribadi, memastikan mobil dalam kondisi baik. “Periksa kondisi mobil seperti mesin, oli mesin, serta ban cadangan. Periksa juga perlengkapan dalam mobil,” katanya

“Mudik juga bisa jadi penambah pengetahuan anak loh,” ucapnya. “Jelaskan pada anak ciri khas mengenai kota-kota yang dilalui. Selain bisa menambah pengetahuan anak, cara ini juga bisa membuang rasa jenuh anak,” ucapnya

Yang terakhir, Giwo menganjurkan agar orang tua tak mengabaikan rasa lelah jika memang membawa kendaraan pribadi. Beristirahatlah di posko – posko mudik yang sudah disediakan. “Jangan paksakan mengemudi ketika kondisi badan sudah lelah dan jangan kebut-kebutan. (embun)