Monday, 21 October 2019

Sekjen DPR Klarifikasi Soal Surat Untuk Putri Fadli Zone ke AS

Kamis, 30 Juni 2016 — 19:25 WIB
Sekjen DPR DPR  Winantuningtyas Titi Swasanany (ist)

Sekjen DPR DPR Winantuningtyas Titi Swasanany (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Sekjen DPR DPR  Winantuningtyas Titi Swasanany memberikan klarifikasi terkait simpang siur soal pemberitaan surat untuk pendampingan putri Fadli Zone (Wakil Ketua DPR) ke New York, Amerika Serikat.

Winantunintyas menjelaskan beberapa hal terkait keberangkatan Shafa dalam rangka mengikuti kursus singkat Stagedoor Manor 2016 di Loch Sheldrake, New York, AS, beberapa waktu lalu.

“Komunikasi dimulai dari Pak Fadli Zon kepada Pak Isnu (Kepala Bagian Sekretariat TU Korpolkam), staf langsung yang melekat dengan beliau (Fadli Zon,-RED). Diterjemahkan oleh Pak Isnu dengan menghubungi Pak Saiful,” jelas Win, di Media Center DPR, Kamis (30/6).

Saat bicara ia didampingi Kepala Biro Kerja Sama Antar Parlemen (KSAP), Saiful Islam, dan Kepala Biro Pemberitaan Parlemen, Suratna.

Win memaparkan, kata ‘pendampingan’ yang ada di surat faksimile dari Setjen DPR RI yang dikirimkan kepada KBRI Washington DC dan KJRI New York, itu karena berasal dari template surat yang biasa digunakan oleh KSAP kepada KBRI dan KJRI di luar negeri. Dimana template surat itu untuk kepentingan dinas Anggota Dewan.

Template surat itu untuk kepentingan dinas Anggota Dewan, karena sudah Jumat (10/06/2016) sore, sedangkan putri Pak Fadli Zon berangkat ke AS itu Sabtu (11/06/2016) dini hari, pukul 00.40 WIB. Kemudian dipakailah template surat yang dirasa kurang pas, yakni masih ada kata pendampingan,” jelas Win.

Ia menegaskan, ketika Anggota Dewan menghadiri konferensi internasional di luar negeri, itu dalam rangka melaksanakan diplomasi parlemen. Sudah lazimnya, setiap Anggota Dewan menghadiri konferensi internasional selalu didampingi pejabat dari KBRI.

“Oleh karena itu, format surat faksimile-nya menjadi seperti itu. Ini yang kemudian terburu-buru, template surat yang terpilih adalah yang menggunakan kata pendampingan. Padahal sudah jelas, penyelenggara kursus singkat ini melarang adanya pendampingan. Ini ada kesalahan teknis,” imbuh Win.

Sementara itu, Saiful menjelaskan, pihaknya memang memiliki wewenang untuk menangani keseluruhan hubungan DPR RI dengan parlemen seluruh dunia, termasuk organisasi internasional, dan konferensi internasional. Semua surat yang berhubungan dengan kegiatan Anggota Dewan di luar negeri, dapurnya ada di KSAP.

“Selama ini template-nya adalah terkait konferensi. Karena waktu itu sudah Jumat sore, sedangkan putri Pak Fadli Zon berangkat pada hari sabtu, sedangkan hari sabtu kantor sudah libur. Maka saya merespon begitu cepat, dengan tanpa memperhatikan yang sebenarnya tidak ada kata ‘pendampingan’, tetapi hanya penjemputan,” jelas Saiful.

Saiful mengakui, dirinya tidak mengoreksi kata-kata dalam surat itu. Termasuk adanya kata ‘pendampingan’, sehingga terlewatkan, karena dikejar untuk segera dikirim ke KBRI dan KJRI.

Saiful pun menjelaskan kronologis pengiriman faksimile itu, Ia memastikan, pengiriman berita faksimile terkait dengan keberangkatan Shafa untuk mengikuti kursus singkat Stagedor Manor 2016 di Loch Sheldrake, New York, AS, bukan atas permintaan Fadli Zon.

“Terkait hal tersebut, Pak Fadli Zon memberi tahu staf Korpolkam untuk melaporkan kedatangan putrinya tersebut kepada pihak KJRI New York. Shafa adalah seorang remaja yang baru saja lulus SMA dan akan melakukan perjalanan seorang diri,” jelas Saiful.

Saiful menambahkan, informasi tersebut diterjemahkan oleh staf Korpolkam dengan membuat nota dinas kepada Karo KSAP, yang isinya meminta bantuan penjemputan kepada KJRI New York dengan catatan apabila ada biaya transportasi akan ditanggung pribadi.

“Biro KSAP membuat berita faksimile tentang itinerary dari keberangkatan putri Pak Fadli Zon. Adapun format isi berita dibuat berdasarkan template untuk kepentingan dinas Anggota DPR RI dalam rangka menghadiri suatu konferensi internasional yang menyebutkan pendampingan, sehingga memberikan interpretasi yang kurang tepat.

Keberangkatan putri Fadli Zon saat ini sudah terlaksana. KJRI telah memberikan bantuan penjemputan dari Bandara JFK ke Queens, New York City dengan jarak 13 KM dari bandara, bukan ke Stagedoor Manor Camp di Loch Sheldrake yang jaraknya sekitar 200 KM seperti yang dilansir berbagai media.

“Selama mengikuti kegiatan kursus singkat tersebut, putri Fadli Zon telah difasilitasi akomodasi dan lain-lain oleh penyelenggara dan tidak diperkenankan adanya pendampingan,” imbuh Saiful.

Sebagaimana diketahui, Fadli juga telah mengganti biaya transportasi penjemputan sebesar Rp 2 juta rupiah kepada Menteri Luar Negeri untuk disampaikan kepada KJRI New York, dengan rincian perkiraan bahan bakar dari bandara ke Queens sebesar 100 USD (Rp 1,330 juta) , dan sisanya untuk uang lelah pengemudi.

“Atas kekeliruan surat tersebut, Karo KSAP menyampaikan permintaan maaf kepada Pak Fadli Zond an Shafa Sabila Fadli atas ketidaknyamanan dengan pemberitaan yang berkembang,” sesal Saiful. (*/win)