Monday, 14 October 2019

Menperin: Pengenaan Cukai Plastik Kemasan, Itu Keliru

Sabtu, 2 Juli 2016 — 19:10 WIB
Plastik kemasan minuman (ist)

Plastik kemasan minuman (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Rencana pengenaan cukai kemasan plastik sebagai hal yang keliru, kata Menteri Perindustrian Saleh Husin. Menurutnya, plastik kemasan minuman bisa didaur ulang, sehingga tak tepat dikenakan tarif cukai.  Juga akan berdampak pada perlambatan ekonomi.

“Kriteria cukai kemasan plastik minuman dikategorikan bahan yang dapat mencemari lingkungan. Hal ini tidak tepat, karena kemasan plastik berbagai ukuran dan bentuk untuk minuman dapat didaur ulang, dan saat ini sudah ada industri recycle-nya,” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakan Saleh, pembebanan tarif cukai pada kemasan air minum secara tidak langsung akan berdampak pada perlambatan ekonomi.

“Konsumsi akan dikurangi dan berdampak pada perlambatan industri minuman. Hampir 70% produk minuman dikemas dalam plastik yang bisa didaur ulang dan industri plastik atau kemasan plastik itu sendiri,” kata Saleh.

Dalam kaitannya dengan MEA, sambungnya, cukai pada kemasan minuman akan membuat daya saing produk minuman kemasan dalam negeri sulit bersaing.

“Daya saing industri minuman nasional akan rendah, apabila hal ini dikaitkan dengan MEA. Industri minuman nasional tidak akan berdaya saing di pasar ASEAN,” jelas Saleh.

“Pasar ekspor industri minuman kita ke ASEAN akan diisi oleh pesaing-pesaing kita, sementara konsumsi dalam negeri cenderung turun,” tambahnya. (Tri/win)

  • pengkor

    Sukurlah mAsih ada orang pintar Dan waras di sini