Monday, 09 December 2019

Dua Remaja Lenyap Ditelan Ombak Garut Selatan

Sabtu, 9 Juli 2016 — 10:59 WIB
ilustrasi

ilustrasi

BANDUNG (Pos Kota) – Kecekakaan laut terjadi di pantai Santolo, Garut Selatan, Kabupaten Garut, Sabtu (9/7). Dua remaja, Sahrul Sanjaya,16, dan Pajri,16, hilang ditelan ombak besar saat berenang bersama teman temanya. Tim gabungan hingga kini masih melakukan pencarian di pantai tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, menjelaskan, nasib naas menimpa dua remaja tersebut berlangsung Sabtu pagi sekitar pukul 06.00. Korban  Sahrul Sanjaya,16, warga Kampung Karawang Pawitan Garut, berenang bersama korban Pajri,16, warga Kopo Bihbul, Kabupaten Bandung, di Pantai Pejaringan, Santolo, Kabupaten Garut.

Baru setengah jam berenang tiba tiba ombak besar menghantam tubuh kedua korban hingga terseret ke tengah laut hingga tubuh korban pun hilang. Lima temanya sempat berteriak minta tolong, namun korban gagal diselamatkan.

Polsek Cikelet, Polairud, dan Basarnas bergegas melalukan pencarian namun kedua korban belum diketemukan. “ Tim masih melalukan pencarian dan menyisir sepanjang pantai,“ ungkapnya.

Kabid menghimbau kepada pengunjung pantai Santolo supaya berhati hati, dan jangan bernenag melibihi bendera yang sudah dipasang. “ Bendera merupakan tanda batas bahaya di pantai tersebut,“  katanya.

Tertinggal di Pantai

Dari Pangandaran dilaporlkan memasuki H+4 lebaran, tercatat 20 anak anak hilang karena tertinggal orang tuanya di pantai. Kedua puluh anak itu baru bisa bertemu dengan orang tuanya setelah dua jam dilalukan pencarian dan diumumkan melalui opengeras suara.

“ Ada 20 anak yang tertinggal orang tuanya,“ kata Yana, petugas Penyelamat pantai (Balawisata) Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Sabtu. Ia menghimbau supaya orang tua yang ke Pangandaran harus hati hati dan jangan melepaskan anaknya saat bermain di pantai. “ Kami berharap lebaran ini jangan ada korban yang terseret ombak,“ harapnya. (Dono/win)