Friday, 18 October 2019

Menperin Ajak Pengusaha India Investasi Industri

Selasa, 19 Juli 2016 — 13:10 WIB
Menteri Perindustrian,  Saleh Husin.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin.

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Perindustrian Saleh Husin ajak pengusaha India untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia khususnya sektor industry, khususnya industry bahan baku obat, mesin industry dan pengembangan kawasan industri.

Kerja sama industri dan investasi itu, lanjut Menperin, sejalan dengan perekonomian Indonesia yang diproyeksikan terus tumbuh.

Terlebih lagi, kedua negara memiliki kesamaan yaitu sebagai negara yang agresif menumbuhkan industri serta kekuatan ekonominya, merupakan pasar dengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam melimpah dan pertumbuhan kelas menengah yang %nggi.

”Kita memiliki semangat yang sama dengan India untuk memiliki industri yang kuat dan berdaya saing. Industri yang dapat kita kembangkan bersama antara lain produksi bahan baku obat untuk farmasi, permesinan untuk industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan serta mengundang perusahaan India membangun pabrik-pabriknya di kawasan industri di Indonesia,” kata Menperin Saleh Husin usai menggelar pertemuan dengan Presiden Confedera%on of Indian Industry (CII) Naushad Forbes beserta para pelaku usaha dan industri yang tergabung dalam delegasi CII di Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Produksi bahan baku obat diperhitungkan sangat dibutuhkan karena selama ini lebih dari 90 persen dipasok dari impor. Sebagian besar berasal dari China dan India.
Dengan peningkatan kerja sama investasi di industri bahan baku obat, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan dari impor dan meningkatkan peluang untuk mengembangkan industry farmasi nasional.

Turut hadir dalam acara tersebut, Duta Besar India untuk Indonesia Nengcha Lhouvum Mukhopadhaya serta para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenperin seper% Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto, Dirjen Industri Kimia, Teks%l, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono, serta Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gus% Putu Suryawirawan.

India merupakan negara mitra dagang terbesar ke-8 bagi Indonesia. Transaksi perdagangan antara kedua negara mencapai USD 14,6 miliar atau Rp 197,1 triliun dengan asumsi nilai tukar dollar AS terhadap rupiah senilai Rp 13.500. Transaksi sebesar itu setara 4,9 persen dari seluruh total perdagangan Indonesia pada tahun 2015.

Sedangkan investasi di sektor industri, pada tahun 2015, India telah melakukan investasi di Indonesia sebanyak 43 proyek dengan nilai investasi sebesar USD 15,5 juta atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya sebanyak 19 proyek investasi senilai. 12,89 juta dolar AS. Investasi dilakukan terutama pada sektor industri makanan, industri teks%l serta industri alat angkut dan transportasi lainnya.

(tri/sir)