Saturday, 07 December 2019

Sidang Jessica, Pegawai Kafe Anggap Tak Biasa Traktiran Dibayar Langsung

Rabu, 20 Juli 2016 — 14:30 WIB
Jessica berbisik pada pengacara Otto Hasibuan saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (reuters)

Jessica berbisik pada pengacara Otto Hasibuan saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (reuters)

JAKARTA (Pos Kota) – Pegawai Kafe Olivier, Marlon Napitupulu, memberi kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016). Ia mengaku heran saat terdakwa Jessica Kumala Wongso membayar langsung minuman yang dipesannya.

Hal itu disampaikan Marlon dalam sidang yang dipimpin Hakim Kisworo itu, Marlon mengatakan hampir tak ada pengunjung yang langsung membayar pesanannya seperti yang dilakukan Jessica. Gadis 17 tahun itu, mentraktir Mirna dan Hani di kafe tersebut pada Rabu (6/1/2016).

Namun Mirna tewas usai minum es kopi Vietnam yang dipesannya melalui Jessica. Selain es kopi, Jessica memesan dua gelas cocktail untuk dirinya dan Hani.

(Baca: Pegawai Kafe Bersaksi, Jessica: Saya Tak Ada Komentar Yang Mulia)

“Dia minta close bill. Saya tanya, ‘Kenapa langsung dibayar, kak? Kan minumannya belum jadi’,” ungkapnya. “’Saya (Jessica) mau traktir teman-teman saya’,” sambungnya menirukan jawaban Jessica.

Menurutnya, pada 6 Januari 2016 itu, Marlon mengantar Jessica ke kasir untuk membayar pesanannya. Ia menilai pembayaran secara langsung jarang terjadi di kafe itu.

“Setelah memesan minuman, Jessica minta difoto di depan bar counter lalu ke kasir untuk close bill,” ungkapnya. “Itu (cloese bill) memang tidak wajar karena biasanya yang mau mentraktir temannya pasti titip credit card dan melakukan pembayaran di akhir.”

Mirna datang ke kafe itu belakangan. Perempuan yang saat itu pengantin baru itu kejang-kejang usai meminum kopi tersebut. Tak lama ia tewas. Dalam pemeriksaan diketahui kopi tersebut mengandung racun sianida. (silaen/yp)