Wednesday, 23 October 2019

Ahok: Ganjil-Genap Hanya Kurangi Mobil 20 Persen, ERP 80 Persen

Senin, 25 Juli 2016 — 13:02 WIB
Gerbang ERP yang sudah 2 tahun  berdiri di Jalan Sudirman, namun belum pernah dipergunakan. (joko)

Gerbang ERP yang sudah 2 tahun berdiri di Jalan Sudirman, namun belum pernah dipergunakan. (joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memprediksi pemberlakuan ganjil-genap di jalan protokol, hanya mampu mengurangi volume kendaraan sekitar 20 persen saja. `Sedangkan sistem electronic road pricing (ERP) dengan tarif tinggi, diyakini mampu menekan jumlah kendaraan sampai 80 persen.

“Tapi kita lihat saja nanti. Rencananya uji coba ganjil-genap akan diterapkan mulai Rabu tanggal 27 Juli,” ujar Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/7).

“Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) agar membantu pelaksanaan uji coba yang dimotori oleh Ditlantas Polda Metro Jaya,” tambahnya.

Ahok menjelaskan bahwa mobil dengan nomor polisi terakhir ganjil atau genap, jumlahnya hampir sama-sama 50 persen. “Tapi dengan penerapan ganjil-genap ini, bukan berarti jumlah mobil yang melintas di kawasan tersebut akan berkurang hingga 50 persen. Karena kebijakan ini tidak berlaku bagi kendaraan tertentu, seperti mobil dinas maupun pengawal pejabat tinggi negara. Jadi, paling-paling hanya berkurang sekitar 20 persen,” ungkap Ahok.

Lain halnya jika jalan protokol antara Harmoni – Blok M atau dari Jl Medan Merdeka, MH Thamrin, Soedirman, sampai Sisingamangaraja, diberlakukan sistem ERP. “Kalau ERP dengan tarif minimal Rp 30 ribu, maka diprediksi bakal mengurangi jumlah mobil pribadi sekitar 80 persen,” ujar Ahok yang sudah menandatangani pergub tentang lelang ERP.

Sebelum diberlakukan sistem ERP, jalan protokol tersebut, termasuk Jl Rasuna Said, Jaksel, terlebih dulu akan diuji coba ganjil-genap. Uji coba ini akan berlangsung selama satu bulan.

Jika terbukti efektif mengurai kemacetan, maka kebijakan ganjil-genap akan dipermanenkan di kawasan tersebut. Namun seandainya dinilai gagal, maka sistem ERP siap menggantikan kebijakan yang dulu dikenal sebagai kawasan three in one. (Joko/win)

  • Mencret Mancebo

    naik NISAN saja setiap hari pasti bebas ERP dan tenang di alamnya