Friday, 13 December 2019

Pemerintah Turki Tutup 130 Media Pasca Kudeta

Kamis, 28 Juli 2016 — 10:03 WIB
Media Turki. (ist)

Media Turki. (ist)

Pasca kudeta gagal yang terjai beberapa waktu lalu, pemerintah Turki kembali mengambil langkah keras guna mengantisipasi kudeta susulan. Sebanyak 130 media ditutup, dengan tuduhan mendukung upaya kudeta yang disebut-sebut dilakukan Fethullah Gulen.

Dilansir Aljazeera, Kamis (28/7/2016), media massa yang ditutup terdiri dari tiga kantor berita, 16 saluran televisi, 23 stasiun radion, 45 surat kabar harian, 15 majalah, dan 29 penerbit.

Selain itu, Pemerintahan Erdogan juga memecat 1684 anggota militer, termasuk 127 jenderal dan 32 laksamana. Seperti halnya media uyang ditutup, para tentara itu juga dituduh memiliki hubungan dengan Gulen.

Langkah yang diambil Turki ini, menyusul penutupan 2341 lembaga termasuk sekolah, badan amal, serikat pekerja, dan pusat kesehatan.

Melihat hal ini, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-monn, menyatakan keprihatinannya. Ban menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, bahwa bukti kuat harus disajikan dengan cepat, sehingga status hukum para tahanan dapat segera ditentukan pengadilan. (embun)