Tuesday, 12 November 2019

Koalisi dengan PDIP, Gerindra Siap Tempatkan Sandi Uno Cawagub

Sabtu, 30 Juli 2016 — 16:08 WIB
Calon Wakil Gunernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (inung)

Calon Wakil Gunernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (inung)

JAKARTA (Pos Kota) – Meski Sandiaga Uno telah resmi diputuskan sebagai calon gubernur,  namun Partai Gerindra tetap realistis dalam Pilkada DKI 2017. Partai besutan Prabowo Subianto sangat berharap bisa berkoalisi dengan PDIP, meski Sandi Uno nanti jadi cawagub.

“Kita berharap berkoalisi dengan PDIP, ini prioritas pertama,” Ketua Tim Penjaringan Cagub DKI Gerindra, Syarif, Sabtu (30/7/2016).

Karenanya Syarif mengungkapkan ada skenario yang diusulkan partainya untuk menggandeng PDIP. Yakni menyandingkan Sandiaga dengan Djarot Saiful Hidayat atau Tri Rismaharini (Risma).

“Sandiaga bisa saja tak menjadi calon gubernur bila Gerindra berkoalisi dengan PDIP, melainkan cukup menjadi calon wakil gubernur,” tandasnya.

Menurut Syarif ini bagian dari etika politik. Mengingat, PDIP adalah partai pemenang di Pemilihan Legislatif (pileg) 2014 lalu. Sebagaimana diketahui, kursi yang dimiliki Gerindra di DKI kurang banyak ketimbang PDIP, yakni 15 kursi dibanding 28 kursi. PDIP adalah satu-satunya partai yang bisa mencalonkan nama ke Pilgub DKI 2017 tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Syarif menyatakan usulan berisi konsiderans seperti ini sudah disampaikan Gerindra DKI ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra pada 30 Mei lalu. Usulan ini disertai dengan simulasi koalisi dengan PDIP dan juga simulasi koalisi tanpa PDIP. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Ketua Umum Prabowo Subianto.

“Kalau dengan PDIP maka kita mengajukan DKI 2. Bila tanpa PDIP maka kita mengajukan DKI 1 bersama mitra koalisi ikut mendorong,” kata Syarif.

Pertama, bila dengan PDIP, Gerindra ingin mengajukan Sandiaga sebagai cawagub saja. Gerindra DKI membutuhkan sosok pemimpin yang punya pengalaman baik di bidang pemerintahan daerah.

“Kita butuh leader yang punya rekam jejak, mungkin Pak Djarot berpeluang. Ataupun kalau Bu Risma ditugaskan partainya, kami juga menerima,” ujar Syarif.

Bila PDIP tak bersedia berkoalisi dengan Gerindra, maka Gerindra tentu akan memperjuangkan Sandiaga sebagi cagub agar bisa memenangkan Pilgub DKI 2017, dengan cawagub yang akan ditentukan bersama mitra koalisi. Syarif menyebut kondisi ini sebagai ‘pintu keluar darurat’. “Kalau PDIP enggak kunjung memutuskan ya kita emergency exit,” ucapnya.

Pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan PDIP, PKB, PAN, Partai Demokrat, dan PPP di level DKI. PKS disebut Syarif sebagai parpol yang sudah memastikan berkeinginan berkoalisi dengan Partai Gerindra. (guruh/win)