Friday, 15 November 2019

Hanura Rayu PDIP Untuk Usung Pasangan Ahok-Djarot

Senin, 1 Agustus 2016 — 19:18 WIB
Acara pertemuan politik antara PDIP dan Hanura DKI di kawasan Tebet, Jaksel. (Joko)

Acara pertemuan politik antara PDIP dan Hanura DKI di kawasan Tebet, Jaksel. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Calon pasangan Ahok – Djarot pada Pilkada DKI 2017 dinilai sejumlah parpol banyak diidolakan warga Jakarta.  Untuk itu Partai Hanura merayu PDIP untuk  bergabung mengusung pasangan Ahok-Djarot.

“Untuk itulah saya datang ke sini guna merayu PDIP agar bersedia membangun koalisi mengusung pasangan yang sudah teruji,” ujar Ketua DPD Hanura DKI Jakarta, Mohammad Ongen Sangaji di kantor DPD PDIP DKI kawasan Tebet, Jaksel, Senin (1/8).

Ongen melakukan kunjungan politik didampingi sejumlah anggota Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta serta sejumlah kader. Kedatangan rombongan Ongen disambut Plt Ketua DPD PDIP DKI, Bambang DS didampingi pengurus Fraksi PDIP antara lain Johny Simanjuntak, Gembong Warsono, Yuke Yurike, dan lainnya.

“Kami datang ke sini atas nama Hanura, tidak mewakili dua parpol koalisi kami,” ujar Ongen menambahkan kemesraan Hanura-PDIP tak cepat berlalu. “Mengusung pasangan Ahok – Djarot bakal mendapat dukungan dari banyak pihak,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Hanura telah berkoalisi dengan Demokrat dan Nasdem untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju pilkada lewat jalur parpol. Untuk memenangkan pilkada tersbut, sejumlah parpol berupaya membangun koalisi melalui silaturahmi politik yang kini makin marak.

“Mudah-mudahan tujuan saya ke sini bisa mendapat solusi yang baik sehingga tak perlu lagi ada calon pasangan yang lain,” katanya. Djarot Saiful Hidayat adalah politisi PDIP yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Kita gak bisa jalan sendiri sehingga perlu dukungan dari teman-teman parpol,” papar Ongen.

Bambang menyambut baik prakarsa yang diharapkan oleh Hanura, namun pihaknya belum bisa merespon rayuan Hanura. “Saat ini PDIP merasa masih punya banyak waktu, tidak tergesa-gesa menentukan calon pemimpin DKI,” ujar Bambang pada acara yang dihadiri puluhan kader PDIP dan Hanura.

“Kami masih melakukan berbagai survei maupun  menyerap aspirasi masyarakat lewat reses dari teman-teman fraksi. Intinya kami sepakat untuk mencari pemimpin yang arif dan bijaksana,” papar Bambang.

Menurutnya PDIP tidak terburu-buru menjawab ajakan Hanura untuk sama-sama mengusung Ahok – Djarot.   “Waktu masih cukup panjang dan mana tahu justru Hanura akhirnya bersedia mengikuti PDIP dalam pandangannya tentang pilkada,” ujar Bambang diplomatis.

“Setidaknya dari pertemuan ini, kami sama-sama sepakat akan menjaga persatuan dan kesatuan, seandainya pada pilkada nanti ternyata kami berbeda pandangan. Itu yang penting,” ujar Bambang. (Joko/win)