Monday, 16 December 2019

Memperingati Hari Lahir Pancasila dan P-4 Diajarkan Lagi di Sekolah

Selasa, 2 Agustus 2016 — 6:00 WIB
jokowi-main-gitar

DI masa Orde Baru Pancasila sebagai produk, diakui. Tapi Bung Karno sebagai produsen (pencipta) dikecilkan. Oleh Orde Baru dibelokkan bahwa penemu Pancasila itu Muhammad Yamin. Ketika Orde Baru tumbang, era reformasi mengakui Bung Karno itu pencipta Pancasila. Ironisnya, bangsa Indosia kini banyak yang tak menghayatinya. Maka sebelum terlambat, Presiden Jokowi menetapkan 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila, dan MPR akan menetapkan bahwa P-4 akan dajarkan lagi di sekolah.

Bung Karno dalam pidatonya pernah mengatakan, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (jasmerah). Tapi ketika Orde Baru berkuasa, dengan sengaja Pak Harto mengecilkan arti Sukarno selaku penemu Pancasila. Lewat sejarahwan Nugroho Notosusanto –yang kemudian jadi Mentri PDK seumur jagung– sejarah dibelokkan bahwa penemu Pancasila adalah Prof. Mohammad Yamin.

Bahwa Pancasila sebagai produk, memang diakui Orde Baru. Karenanya Presiden Soeharto mewajibkan segenap rakyat Indonesia menghayati nilai-nilai Pancasila lewat penataran P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Meski ada pro dan kontra, tapi P-4 jalan terus. Yang tak ikut penataran P-4 kariernya bisa tersendat, bahkan banyak yang pilih keluar dari pekerjaan ketimbang dipaksa ikut P-4.

Tapi ironisnya, pelajar yang di kala sekolah sudah ditatar P-4, ketika jadi pejabat di era reformasi, baik itu dilegislatif, eksekutif maupun yudikatif, banyak juga yang jadi praktisi korupsi, sehingga lahirlah KPK. Makin ke sini, generasi yang tak menerima lagi P-4 di kelas, perilakunya banyak yang brutal, tak punya peri-kemanusiaan yang adil dan beradab. Kelakuannnya seperti ayam, memperkosa wanita seenaknya saja. Bahkan ada pula ormas berbasis keagamaan sengaja menolak Pancasila.

Pemerintahan Jokowi-JK punya program revolusi mental, agar bangsa Indonesia kembali ke jatidirinya. Tapi program itu seakan jalan di tempat karena Menko PMK-nya terkesan sekedar calak-calak ganti asah. Menteri dari partai yang tak menguasai bidangnya.
Maka mumpung belum terlambat, lewat MPR akan ditetapkan bahwa P-4 akan kembali diajarkan di sekolah. Lebih dari itu, Presiden Jokowi juga menetapkan bahwa 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila dan wajib diperingati setiap tahun. – gunarso ts