Friday, 22 November 2019

APBD DKI 2015 Sisa Rp3 Triliun

Rabu, 3 Agustus 2016 — 0:01 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2015 tersisa Rp3 triliun. Nilai tersebut turun dari penghitungan awal yang mencapai Rp7 triliun.

Gubernur Ahok mengungkapkan besaran Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tersebut merupakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kemarin kan kami nunggu audit. Ternyata ada berita baiknya juga ya. Begitu diaudit, Silpa kami ternyata tidak sampai Rp7 triliun, hanya Rp3 triliun,” katanya di Balaikota Pemprov DKI, Selasa (2/8).

Ahok mengatakan pada tahun lalu pemasukan APBD menurun. Namun penggunaan anggaran mendekati maksimal. Hal itu yang mempengaruhi sedikitnya nilai Silpa tahun lalu. “Jadi memang kan pemasukan turun, tapi pemakaian naik, jadi Silpa nya sedikit di DKI,” ucapnya.

APBD DKI 2015 mencapai Rp69,2 triliun. Dari angka tersebut bisa terserap hingga 70 persen. Diharapkan tahun ini penyerapan anggarannya bisa lebih maksimal lagi. Pihaknya telah menahan beberapa lelang kegiatan, karena dinilai kurang meyakinkan.

“Tahun lalu serapan anggarannya cukup naik. Makanya tahun ini saya juga katakan lelang-lelang enggak bener jangan dilakukan. Karena penyerapan anggaran kami tinggi. Dibandingkan periode tahun lalu, penyerapan anggaran kami kan jauh lebih tinggi,” tandasnya.

TARGET PENYERAPAN

Sementara itu, terkait penyerapan anggaran tahun ini, Ahok optimis bisa mencapai target 90 persen. Untuk itu dirinya telah meminta Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Heru Budi Hartono untuk mencairkan uang yang ada di deposito guna memulai lelang proyek-proyek pada 2016.

“Sudah karena memang peraturannya boleh. Tinggal SPK-nya tahun depan. Pokoknya tahun depan kita yakin penyerapannya cepat, ini saja saya sudah instruksikan Pak Heru cairkan yang deposito karena persediaan uang kita enggak ada,” tandasnya.

Setelah cair, Ahok meminta kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat daerah (UKPD) segera menggunakannya untuk pembelian barang dan jasa. “Penyerapannya bisa kencang di Januari 2016 kayak pembelian barang-barang untuk kelurahan termasuk untuk kecamatan. Itu Januari pertengahan sudah datang barangnya,” jelas orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI ini.

Dengan cara ini, ia menyebut telah memasang target penyerapan anggaran DKI untuk tahun anggaran 2016 bisa mencapai angka 90 persen. “Target penyerapan? Saya rasa bagus bisa 90 persen lah,” pungkas mantan Bupati Belitung Timur ini. (guruh)