Friday, 06 December 2019

Tontowi Ingin Wujudkan Mimpi di Rio 2016

Kamis, 4 Agustus 2016 — 6:40 WIB
Tontowi/lilyana

Tontowi/lilyana

JAKARTA (Pos Kota) – Tontowi Ahmad tak akan pernah bisa melupakan momen Olimpiade London 2012. Kala itu ia dan pasangannya, Liliyana Natsir, merupakan satu-satunya andalan Indonesia untuk meneruskan tradisi medali emas di kancah olimpiade.

Besarnya tekanan sebagai tulang punggung skuad Merah-Putih menjadi salah satu hal yang membuat pasangan ini tak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Dihentikan ole Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok) di semifinal, Tontowi/Liliyana juga gagal menyumbang perunggu saat dikalahkan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark).

“Saat itu kami memang berandai-andai banget, terlalu menggebu-gebu mau dapat emas. Kami menjadi harapan satu-satunya, masuk semifinal sendirian,” kenang Tontowi.

“Karena terlalu berharap, saat kalah di semifinal itu kami langsung down, padahal kami punya tugas lagi di perebutan perunggu. Kami seharusnya fokus di satu demi satu pertandingan, dan kalau sudah kalah di semifinal, kami harus bisa fokus untuk pertandingan selanjutnya. Tetapi kami malah tidak bisa tampil baik di perebutan perunggu, padahal rekor kami melawan Nielsen/Pedersen lumayan bagus,” tambah ayah dari Danish Arsenio Ahmad ini.

Tontowi mengaku telah banyak belajar dari kesalahan di event empat tahun lalu tersebut. Oleh karenanya, pemain kelahiran Banyumas, 18 Juli 1987 ini tak mau terjebak di situasi yang sama. Meskipun baru mengantongi satu gelar di tahun ini lewat Malaysia Terbuka Super Series Premier 2106, namun Tontowi/Liliyana masih menjadi pasangan ganda campuran terbaik negeri ini.

TAK SENDIRIAN

Pasangan ramuan pelatih Richard Mainaky ini tak hanya berjalan sendirian menuju Olimpiade Rio de Janeiro 2016, namun mereka didampingi Praveen Jordan/Debby Susanto, Juara All England 2016 yang bukan tak mungkin akan membuat kejutan.

Selain itu, Indonesia juga punya andalan di sektor lain seperti ganda putra yang diwakili oleh pasangan rangking dua dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Selain itu, pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga berpeluang untuk meraih medali. “Kondisi sekarang memang lebih baik, kita punya beberapa andalan, ini cukup berpengaruh juga. Saya merasa termotivasi, tidak mau kalah sama yang lain, ingin yang terbaik,” jelas Tontowi.

Menurutnya, persiapan tahun ini sudah bagus, apalagi dengan adanya karantina di Kudus (Jawa Tengah), sangat membantu untuk menyegarkan pikiran. Jelang olimpiade Rio, Tontowi memang terlihat lebih rileks dibanding olimpiade sebelumnya. Ia sering berbagi cerita dengan Ahsan, keduanya memang dekat sejak sama-sama menjadi penghuni klub Djarum. Baik Tontowi maupun Ahsan menyandang target yang tak bisa dibilang ringan. “Saya dan Ahsan memang dekat dari waktu di klub dulu. Kami sering sharing bareng seperti yang pernah Ahsan posting di Instagram,” ungkapnya. (junius)