Wednesday, 23 October 2019

Mabes Polri Hentikan Sementara Laporan Terhadap Koordinator Kontras

Rabu, 10 Agustus 2016 — 16:36 WIB
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar.

JAKARTA (Pos Kota) – Kasus pencemaran nama baik tiga institusi yakni TNI, BNN dan Polri yang diduga dilakukan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar distop sementara oleh Mabes Polri.

Pasalnya, Polri ingin fokus melakukan investigasi di internal lembaganya sebagai tindak lanjut dari informasi bandar narkoba yang telah dieksekusi mati, Freddy Budiman.

Hal tersebut diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar saat memberikan keterangan bersama Koordinator Kontras, Haris Azhar, di kawasan Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/8).

“Saat ini kami fokus di tim independen, investigasi dulu. Soal laporan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh saudara Haris sebagai terlapor distop dulu. Kami fokus untuk membuktikan kebenaran dulu,” kata Boy.

Menurutnya, yang akan digali oleh tim investigasi Polri adalah keterangan Freddy terkait oknum di Mabes Polri yang menerima Rp90 miliar dari gembong narkoba tersebut.

Lebih lanjut Boy mengatakan, jika nantinya tim investigasi menemukan alat bukti permulaan yang cukup soal adanya dugaan pidana korupsi, gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang, maka hal itu akan diteruskan pengusutan pidananya. “Fakta-fakta temuan tim investigasi akan diklarifikasi dulu. Nanti bisa jadi projustitia, jadi bukti permulaan untuk ditindaklanjuti Bareskrim,” tandas Boy.

Tim Independen itu dibentuk oleh dipimpin Irwasum, Komjen Pol Dwi Priyatno, dengan Komisioner Kompolnas dan Pakar Komunikasi Politik UI.

“Subtansinya, kami mencari apakah tuduhan Freddy Budiman benar ada pejabat Polri terima uang. Kalau sekarang ini kan belum ada perkaranya,” kata Kadiv Humas.

Sebelumnya Haris Azhar mengaku mendapatkan kesaksian dari Freddy Budiman, bahwa gembong narkoba itu telah memberikan uang hampi Rp 950 miliar kepada pejabat di BNN, TNI,Polri dan Bea Cukai.

Oleh Hariz Azhar kesaksiannya Freddy dimuat di media sosial. Dan menjadi heboh setelah Freddy Budiman dieksekusi mati di Lapas Nusakambangan beberapa waktu lalu.

Merasa dicemarkan, BNN, TNI dan Polri melaporkan Haris ke Mabes Polri dengan pasal pencemaran nama baik dan melangga UU TI. (adji)