Monday, 21 October 2019

PGRI : Stop Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Guru

Jumat, 12 Agustus 2016 — 11:42 WIB
Pengurus PB PGRI serukan stop kekerasan pada guru. (Ist)

Pengurus PB PGRI serukan stop kekerasan pada guru. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengurus Besar PGRI menyesalkan aksi kekerasan dan kriminalitas terhadap Dasrul, guru SMK N 2 Makassar, yang dianiaya oleh orangtua murid pekan lalu. Kasus tersebut menjadi indikasi bahwa telah terjadi pelecehan terhadap profesi guru. PGRI menyatakan stop kekerasan dan kriminalisasi terhadap guru.

“Pak Dasrul hanya satu contoh kecil saja. Ada banyak guru di Indonesia yang mengalami aksi kekerasan dan melecehkan tugas guru,” papar Plt Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, Jumat (12/8).

Saat ini Dasrul, guru menggambar SMK N2 Makassar  masih terbaring di RS Bhayangkara Makassar akibat patah tulang hidung setelah dianiaya satu oknum orangtua siswa.

PGRI Propinsi Sulawesi Selatan sendiri bersama-sama guru anggota PGRI, para siswa SMKN 2 melakukan longmarch ke Polsek Tamalate untuk meminta dan memastikan bahwa proses hukum atas tindakan kekerasan pada Dasrul untuk diproses dan pelakunya dihukum sesuai aturan.

Unifah mengakui belakangan sangat marak kasus guru dibawa ke ranah hukum, dibawa ke jeruji besi hanya karena persoalan sepele. Padahal situasi belajar mengajar di lapangan sangat dinamis, yang sering menguji kesabaran guru.

Fakta tersebut menunjukkan profesi guru yang mulia saat ini direndahkan, dilecehkan dan tidak dihargai justeru dilakukan oleh orang tua murid yang harusnya berterimakasih karena anaknya dididik oleh para guru.

Moral guru menjadi runtuh, kepercayaan dirinya terkikis, harapannya mendidik anak dengan sungguh-sungguh menguap. Ini merupakan kerugian besar bagi bangsa kita.

“Sedihnya profesi guru sering dihadapkan dengan UU Perlindungan Anak. Jadi apapun yang dilakukan guru harus berhadapan dengan UU Perlindungan Anak,” lanjutnya.

Karena itu PGRI meminta agar kekerasan terhadap guru segera dihentikan. Selain itu juga mendesak pemerintah untuk membuat UU perlindungan profesi guru. Mendesak pemda untuk membuat aturan terhadap perlindungan profesi guru.

Mendesak para penegak hukum untuk tidak melakukan penangkapan ataupun proses hukum atas laporan sepihak wali murid. Mengutamakan proses musyawarah dan mediasi apabila terjadi pelanggaran etika profesi.

“Kami juga meminta orangtua memberikan perhatian lebih terhadap perilaku anak-anak termasuk dalam mengerjakan tugas yang disampaikan oleh gurunya,” tukas Unifah. (Inung/win)