Saturday, 07 December 2019

Parkir di Lapangan Banteng Harus Ditertibkan

Minggu, 14 Agustus 2016 — 6:37 WIB
Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA (Pos Kota) – Maraknya parkir di area taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat mendapat sorotan anggota DPRD DKI. Menjadi ironi, pasalnya di tengah gencarnya Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyediakan ruang terbuka hijau (RTH), taman yang ada malah beralih fungsi jadi lahan parkir.

Menurut anggota Komisi B DPRD DKI, William Yani, penertiban harus segera dilakukan Pemprov DKI Jakart terhadap parkir yang menjajah RTH di ibukota. Apalagi lokasi taman tersebut berada di pusat kota.

“Pemprov DKI jangan tebang pilih. Penertiban harus dilakukan terhadap seluruh pelanggaran. Taman ya taman. Area parkir ya parkir. Kalau di lokasi lain bisa ditertibkan kenapa yang di Lapangan Banteng tidak bisa?. Pemprov DKI harus tertibkan!,” tegas politisi PDI Perjuangan ini, Sabtu (13/8).
Lebih lanjut pria yang kerap disapa Willy ini, mengatakan bahwa saat ini warga ibukota tengah gandrung dengan RTH. Tidak terkecuali gubernur sendiri. Sehingga sudah sepatutnya, taman yang yang ada harus dioptimalkan sesuai fungsinya. “Jangan sampai warga malas ke taman karena tidak nyaman,” ucap Willy.

PARK AND RIDE

Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Andri Yansyah tidak menampik bahwa Lapangan Banteng kerap menjadi tempat parkir warga. Baik pengunjung taman itu sendiri atau karyawan yang bekerja di sekitar taman tersebut. Terlebih saat di taman tersebut tengah digelar kegiatan. “Memang area parkir ini kerap tidak mampu menampung kendaraan,” ucapnya.

Karena itu, Andri mengaku tengah mengusulkan pembangunan park and ride atau taman parkir di lokasi tersebut. Dalam konsepnya parkir tersebut berada di bawah tanah sedalam empat lantai. “Kami usulkan bangun ke bawah tanah karena memang di taman itu tidak boleh ada bangunan ke atas,” tukasnya.

Kendati demikian pembangunan sarana ini bukan tanpa kendala. Mengingat lahan di Lapangan Banteng terbagi kepemilikannya. Yakni Dinas Pertamanan dan Pemakaman dan Dinas Olah Raga dan Pemuda. Sehingga harus dirancang aspek pembangunannya dengan melibatkan dua Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) tersebut. “Apakah kami atau mereka yang bangun. Kemudian dananya dari APBD atau investor. Ini yang lagi dirancang,” ungkap Andri.

Seperti diketahui sejumlah warga yang berkunjung dan berolah raga mengeluhkan dan mempertanyakan banyaknya kendaraan pribadi yang parkir di dalam Taman Lapangan Banteng, tepatnya di bawah Patung Pembebasan Irian Barat.

“Saya bingung kenapa kendaraan bisa sampai masuk dan parkir di dalam sini, apa memang sudah tidak ada lahan parkir lagi di lapangan ini,” ucap Victor, 31, salah warga yang tengah berolahraga.

Ia pun menyesalkan lemahnya pengawasan Taman Lapangan Banteng, tersebut. Tak hanya Victor. Keluhan serupa juga diungkapkan Natasya, pengunjung lainnya di taman tersebut. Dirinya merasa terganggu dengan adanya mobil pribadi yang parkir sembarangan, tanpa melihat fungsi lahan tersebut.(guruh)