Wednesday, 11 December 2019

Pekerja Honor Kemenlu Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 19 Agustus 2016 — 16:39 WIB
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyerahkan kartu peserta BPJS dan paket sembako secara simbolis pada pekerja honor Kemenlu disaksikan Menlu Retno Marsudi

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyerahkan kartu peserta BPJS dan paket sembako secara simbolis pada pekerja honor Kemenlu disaksikan Menlu Retno Marsudi

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 260 orang tenaga kerja honorer di lingkungan Kementerian Luar Negeri RI mendapat perlindungan sosial Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dan Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL, E. Ilyas Lubis hadir dalam penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada tenaga kerja honorer di lingkungan Kementerian Luar Negeri RI, disaksikan Menlu RI Retno Marsudi yang juga menyerahkan secara simbolis paket Sembako dari BPJS Ketenagakerjaan sejumlah 1200 paket.

“Perlindungan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) merupakan hak seluruh pekerja, baik pekerja Penerima Upah (PU) maupun pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk didalamnya, tenaga honorer seperti di Kemenlu RI ini,” kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam acara peringatan HUT RI Ke-71 di Kemenlu, Jumat (19/8).

Agus mengapresiasi Menlu Retno Marsudi yang memperhatikan perlindungan pekerja honornya. Dia berharap langkah ini diikuti kementerian dan instansi pemerintah lainnya.

Menurutnya,  program yang diikuti  tenaga honorer ini adalah Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKm), jumlahnya secara bertahap akan terus di tingkatkan.

Ilyas juga menambahkan, program BPJS Ketenagakerjaan merupakan hak seluruh pekerja, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikutkansertakan  pekerja kepada program BPJS Ketenagakerjaan.

“Secara Nasional total kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juli 2016 sebanyak 347.285 Perusahaan atau 99.22% dari target 2016 dengan jumlah Tenaga kerja sejumlah 19.924.437 orang atau 90.90%.

Sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan  telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk melaksanakan diseminasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada para Perwakilan Negara Asing (PNA) dan Organisasi Internasional (OI) yang beraktifitas di Indonesia, untuk memberikan pemahaman tentang program BPJS Ketenagakerjaan serta penekanan akan kewajiban mendaftarkan pekerja atau PNA yang beraktifitas di Indonesia, sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

“Kami berharap langkah perlindungan tenaga honorer dan kerjasama mendukung perluasan kepesertaan program BPJSTK akan di ikuti oleh Kementerian dan Lembaga Negara lainnya,” pungkas Agus. (Tri/win)

Terbaru

Rabu, 11/12/2019 — 8:42 WIB
Hukum Mati Koruptor Bukan Satu-satunya Solusi
bangun rumah
Rabu, 11/12/2019 — 8:28 WIB
Hari Juang TNI AD
Prajurit TNI Ikut Gotong Royong Bangun Rumah Warga di Kampung Sipias
disosmed
Rabu, 11/12/2019 — 8:15 WIB
Yang Ada, yang Disayang
Mursid,w arga suku Badui Luar.  (instagram @baduymursid)
Rabu, 11/12/2019 — 8:03 WIB
Mursid, Warga Suku Baduy yang Berbisnis Online
Suasana di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (dok)
Rabu, 11/12/2019 — 7:51 WIB
Mudik Nataru, Tiket Bus ke Sumatra Mulai Diburu