Saturday, 14 December 2019

Usai Tugas di KPK, Kapolri Ingin Polisi Jadi Agen Perubahan

Jumat, 19 Agustus 2016 — 15:50 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo. (rihadin)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo. (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian minta polisi yang selesai ditempatkan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menjadi agent of change atau agen perubahan.

Hal itu disampaikan Tito usai menyambangi KPK, Jumat (19/8/2016). “Adik-adik polisi yang masuk di sini kita harapkan (KPK) menjadi cadradimuka karena budaya baik organisasi di sini. Mereka balik ke polisi menjadi agent of change,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya, tercatat ada 41 polisi di antara 72 penyidik yang aktif. Usai bertugas di tempat itu, Tito mengatakan akan memberi tempat khusus.

“Kita tempatkan pada posisi-posisi penting yang strategis yang rawan kprupsi. Kiita ingin kerja sama prinsip mendukung langkah yang akan diambil KPK dalam rangka memberantas korupsi,” katanya.

(Baca: Polri dan KPK Sepakat Investigasi Bersama Kasus Korupsi)

Ia mengakui korupsi di Indonesia masih memprihatinkan. Ia juga bertekad Polri berada di garis depan membantu KPK untuk memberantasnya.

“Untuk itulah, Polri dan KPK sepakat berada di garis depan untuk mensinegikan, koordinasi, bekerja sama dalam memberantas dan mencegah korupsi. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,” katanya. (rihadin/yp)