Monday, 18 November 2019

Ahok Dituding Pecah Belah PDIP

Sabtu, 20 Agustus 2016 — 23:59 WIB
Gubernur DKI,  Ahok

Gubernur DKI, Ahok

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Pareira menuding calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah berupaya mengadu domba kader PDIP. Ini menilik pada berbagai manuver yang tengah dilakukan Ahok untuk memperoleh dukungan dari partai berlambang kepala banteng ini.

Upaya tersebut dikatakan Andreas terlihat saat Ahok memainkan cerita bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri telah merestui dirinya untuk maju di Pilkada DKI. Bahkan Ahok dengan tegas menyatakan bahwa Megawati lebih condong mendukung calon petahana.

Tidak lama berselang hal itu dikatakan Andreas dibantah kembali oleh Ahok sendiri yang mengatakan pertemuan dengan Megawati untuk meminta Djarot Saiful Hidayat untuk menjadi pasangannya di pesta demokrasi rakyat Jakarta kali ini.

“Pola yg dipakai Ahok mengadu domba. Memecah belah antara kader dengan kader. Bahkan Ahok dengan licik mencoba mengadu domba antara Djarot dengan partainya PDIP dengan berlindung dibalik ceritanya tentang dukungan dari Ketum PDIP,” ujar Andreas, Sabtu (20/8/2016).

Lebih lanjut Andreas menambahkan dari berbagai manuver yang telah dilakukan terlihat bahwa Ahok sebenarnya tidaklah perlu dukungan partai politik dan konstituen-konstituen partai. “Ahok lebih melihat parpol hanya sebagai kuda tunggangannya untuk mencapai tujuan. Untuk berkuasa di DKI,” tandasnya.

Cara berpikir Ahok, dikatakan Andreas sangat pragmatis dengan menggunakan berbagai cara bisa digunakan. Baik dengan itu ‘Teman Ahok’ atau partai politik. Sehingga tidak heran bila mantan Bupati Belitung Timur ini kerap lompat partai. “Setelah berkuasa dan dirasakan tidak ada manfaatnya lagi maka dengan mudahnya Ahok akan mencampakan alat yang pernah digunakan untuk meraih kekuasaan. Ini terbukti dalam rekam jejak karir politik Ahok yang loncat dari satu parpol ke parpol yang lain,” kata Andreas. (guruh)

  • zuman

    Alamakkk, sudah tau gitu masih aja di elu-elu kan.
    Ini contoh pemimpin plin plan.
    Demi jabatan, politik devide et empera pun terus dipakai.

  • iksan

    Apa partai politik juga tidak memakai segala cara?

Terbaru

Senin, 18/11/2019 — 7:20 WIB
Jangan Tipu Diri