Tuesday, 12 November 2019

Yusril: Orang Belitong Yang Kasar Itu Preman Pasar

Minggu, 28 Agustus 2016 — 17:24 WIB
Yusril Ihza Mahendra (ist)

Yusril Ihza Mahendra (ist)

JAKARTA (Pos Kota) –Pertemuan dua tokoh Belitong dalam satu acara, tidak meredakan perseteruan antarkeduanya. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Yusril Ihza Mahendra sudah bertemu dalam acara halal bihalal keluarga Belitong, di Jakarta.

Mereka sempat bersapa saat Ahok mau meninggalkan acara dan Yusril baru saja datang. Tapi saat Yusril memberikan sambutan, yang dibahas terkait pernyataan Ahok yang menyatakan bahwa bahasanya yang kasar karena kebiasaan dari kampungnya.

Menurut Yusril, daerahnya asalnya itu menggunakan bahasa Melayu Riau yang halus baik tulisan maupun lisan. “Orang Belitung itu bahasanya halus, jadi tidak mungkin mereka akan menggunakan kata-kata kasar dan kotor. jangan sampai timbul kesan seolah-olah orang dari Belitung itu selalu menggunakan kata-kata kasar dan kotor,” kata Yusril.

Yusril menyebbut di Belitong ada masyarakat yang menggunakan bahasa hakka yang kasar dan dia mengaku fasih untuk itu. Ada juga kalangan Tionghoa di Belitong yang menggunakan bahasa khek atau bahasa hakka.

“Saya fasih, ada komunitasnya. Biasanya kelompok-kelompok preman di pasar-pasar. Tapi bahasa seperti itu dianggap biasa di kalangan mereka. Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, jadi serem,” tutur Yusril

Jadi, lanjut Yusril bagi masyarakat Belitong di Jakarta, supaya tetap menjunjung tinggi bahasa dan adat. “Jadi saya klarifikasi kepada masyarakat Indonesia, tidak betul kalau dari kebiasaan di kampung, di Belitong bicaranya kotor dan kasar, tidak seperti itu,” pungkasnya. (ikbal/us)

  • iskandar muhammad

    Di jakarta, preman nya banyak jg yg menggunakan bahasa dan tutur kata yg halus….