Saturday, 14 December 2019

Pemkot Depok: Pelebaran Jalan Raya Muchtar Belum Bisa 2016

Senin, 29 Agustus 2016 — 20:22 WIB
Sejumlah alat berat yang dipergunakan untuk pengaspalan atau penambahan hotmik di badan Jl. Raya Muchtar, Pancoran Mas. (anton)

Sejumlah alat berat yang dipergunakan untuk pengaspalan atau penambahan hotmik di badan Jl. Raya Muchtar, Pancoran Mas. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Proyek pelebaran Jalan Raya Muchtar, Pancoran Mas, untuk 2016  belum dapat dikerjakan, tapi pihak provinsi Jawa Barat maupun Pemkot Depok tetap berupaya memberikan perhatian serius, terkait kerusakan jalan dan kemacetan tiap hari.

“Kami tetap berusaha untuk mengatasi masalah tersebut secara bertahap khususnya keluhan warga berkaitan dengan kemacetan dan pelebaran jalan utama khususnya Jalan Raya Muchtar,  Pancoran Mas, yang menghubungkan Depok dengan Sawangan,” kata Walikota Depok Muhammad Idris, Senin (29/8).

Sekarang ini, lanjutnya, pemerintah hanya dapat melakukan penambalan hotmik untuk menjaga kualitas badan jalan yang belakangan banyak dikeluhkan masyarakat berkaitan kerusakan badan jalan yang ada. “Untuk pelebaran memang masih belum dapat dilaksanakan karena anggaran yang cukup tinggi,” tambahnya.

“Beberapa titik jalan yang rusak kini sudah ditambal dengan penambahan hotmik dan kami mohon maaf kepada  masyarakat luas dan pemakai kendaraan khususnya, pada  malam hari jika agak terganggu dengan pekerjaan penghotmikan badan jalan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Pos Kota (15/8) pemakai kendaraan dan warga yang setiap hari melintas di Jalan Raya Muchtar, Kota Depok menilai peninggian dan penambahan hotmik di badan jalan tersebut hanya menghaburkan dana saja seharusnya bukan ditambah tapi ada pelebaran badan jalan sehingga mengurangi kemacetan setiap hari.

Sementara itu, pemakai kendaraan dan warga yang selema ini melintas di Jl. Raya Muchtar, Pancoran Mas tetap berharap Pemkot Depok untuk melakukan pelebaran badan jalan tersebut selain melakukan penambalan atau penambahan hotmik di badan jalan. Pasalnya, kondisi kemacetan dan antrean kendaraan hampirsteiap hari terjadi di ruas jalan tersebut.

“Memang agak baik dan bagus setelah ditambal atauditambah hotmik badan jalan tersebut tapi yang lebih penting adalah program pelebaran jalan karena kondisi badan jalan sudah tak lagi mampu menampung jumlah kendaraan yang ada terlebih di perempatan Mampang yang menjadi salh satu biang kemacetan terparah di ruas jalan tersebut,” ujar Bambang, warga Depok Jaya Agung, Rangkapan jaya Baru. (anton/win)