Saturday, 19 October 2019

Kejar Target Perekaman, Disdukcapil Kota Bekasi Jemput Bola

Kamis, 1 September 2016 — 10:19 WIB
Suasana antrean pemohon pencetakan e-KTP di Disdukcapil Kota Bekasi, mereka antre dari subuh. (saban)

Suasana antrean pemohon pencetakan e-KTP di Disdukcapil Kota Bekasi, mereka antre dari subuh. (saban)

BEKASI (Pos Kota)- Menumpuknya antrean perekaman data kependudukan untuk pembuatan Kartu Tanda Pendudukan elektonik (KTP el), disebabkan karena banyaknya masyarakat yang belum paham soal tempat-tempat perekaman.

“Kami sudah melakukan jemput bola dengan berbagai pola pelayanan,” ujar Nardi, Kepala Bidang Pendaftaran dan Informasi Penduduk (PIP) pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi.

Nardi menyebutkan target penyelesaian perekaman e-KTP warga sebanyak 209.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, yang sudah melakukan perekaman (memasukkan data identitas diri) dan harus dicetak (pembuatan e-KTP) sebanyak 12.309 e-KTP.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat mendapatkan e-KTP,” ujar Kabid Pendaftaran Informasi Penduduk (PIP) Disdukcapil Kota Bekasi, Nardi.

Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan untuk mencapai target penyelesaian perekaman e-KTP tersebut, melalui upaya “jemput bola” (mendatangi masyarakat) yang dilakukan petugas Disdukcapil Kota Bekasi hingga ke tingkat kelurahan-kelurahan.

“Pastinya, kami melakukan upaya jemput bola kepada masyarakat agar memudahkan perekaman dan pencetakan e-KTP,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, Kantor Disdukcapil yang berlokasi di Jalan Juanda, Bekasi Timur, sudah dipadati warga yang antre melakukan perekaman maupun pencetakan e-KTP serta pembuatan kartu keluarga (KK).

“Sejak beberapa pekan terakhir ini, masyarakat sudah mengantre mulai pukul 07.00-08.30 WIB untuk pengurusan e-KTP maupun KK. Setiap hari, kami membatasi nomor antrean hingga mencapai 750-800 pemohon. Di atas jam 09.00 WIB, kami telah menutup nomor urut antrean,” katanya.

Nardi mengungkapkan, masih banyak warga yang belum mengetahui program “jemput bola” pengurusan e-KTP sehingga warga membeludak di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi.

“Padahal, petugas kami telah membuka pelayanan malam hari di kantor kelurahan dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadi, untuk perekaman e-KTP bisa di kantor kelurahan atau kecamatan pada malam hari, sudah ada jadwalnya sejak 22 Agustus hingga 23 September 2016,” katanya.

Lalu, pihaknya juga membuka pelayanan pada hari libur yakni, Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi dan Minggu saat “car free day” di depan Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Kota Bekasi) Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, pukul 06.00-09.00 WIB.
Nardi melanjutkan, pelayanan di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi memang terbatas sehingga masyarakat bisa datang ke kantor kecamatan/kelurahan untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Keterbatasan kami karena animo yang tinggi sementara kapasitas alat kami hanya beberapa unit saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pengembangan Sistem Informasi Kependudukan Disdukcapil Kota Bekasi, Hudlori, mengatakan batas waktu hingga 30 September 2016 bukan terakhir pembuatan e-KTP.

“Ini yang masih salah kaprah. Bagi yang sudah merekam e-KTP dan belum melakukan pencetakan e-KTP, masih tetap dilayani meskipun sudah lewat dari tanggal 30 September 2016. Yang penting, masyarakat sudah melakukan perekaman e-KTP di mana pun tempatnya. Umpamanya, pernah tinggal di Kota Bandung dan melakukan perekaman e-KTP di sana. Data identitas warga tersebut sudah tersimpan, tidak perlu lagi melakukan perekaman e-KTP di Kota Bekasi. Karena perekaman e-KTP hanya satu sekali saja dan berlaku selamanya,” ujar Hudlori.

Hudlori menjelaskaan, apabila ingin pindah ke Kota Bekasi, warga yang bersangkutan hanya mengurus surat pindah dari Kota Bandung ke Kota Bekasi, tidak perlu lagi melakukan perekaman e-KTP, cukup satu kali saja perekaman e-KTP.

“Bagi warga yang belum melakukan perekaman e-KTP, disebutnya disisihkan, hingga batas akhir 30 September 2016, pengurusan harus e-KTP dilakukan di Kantor Disdukcapil Kota Bekasi. Ada tahapan proses sistem yang harus ditempuh oleh yang bersangkutan,” imbuhnya.
(saban/sir)