Saturday, 07 December 2019

15 Bank Daerah Salurkan CSR Untuk Perlindungan Jaminan Sosial

Jumat, 2 September 2016 — 14:46 WIB
Dirut BPJS Agus Susanto dan Dirut Bank BJB Ahmad Irfan

Dirut BPJS Agus Susanto dan Dirut Bank BJB Ahmad Irfan

BANDUNG (Pos Kota) – Sudah 15 bank daerah yang siap menyalurkan sebagian dana CSR (Corporate Social Responsibility ) nya untuk perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan bukan penerima upah (BPU).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, pekerja rentan sangat membutuhkan donasi agar mendapat perlindungan sosial dalam pekerjaannya.

“Untuk memenuhi kebutuhannya saja mereka (pekerja rentan) seperti petani, nelayan dan sebagainya sudah sulit. Karena itu saya mengapresiasi Bank BJB yang mengalokasikan sebagian dana CSR-nya untuk melindungi mereka dalam program Perlindungan sosial BPJSTK. Bank BJB sudah membantu program negara,” kata Agus usai penandatanganan kerjasama dengan Dirut Bank BJB Ahmad Irfan tentang penyaluran dana CSR disela acara ‘de Syukron’ HUT ke 71 Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung , Jumat (2/9).

Ditambahkannya, dari 15 bank daerah yang siap menyalurkan dana CSR-nya, jika masing-masing membantu untuk 10.000 orang, berarti akan ada 150.000 pekerja rentan yang dilindungi program BPJSTK.

“Saya berharap semakin banyak bank daerah, bank pemerintah dan bank swasta yang memberikan donasinya, agar perlindungan sosial ketenagakerjaan dapat dinikmati semua penduduk Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Dirut Bank BJB Ahmad Irfan belum mengungkapkan berapa banyak pekerja rentan yang akan dibantu. Namun menurutnya, ada 5% dari keuntungan Bank BJB (Rp950 miliar) yang dialokasikan untuk bantuan CSR.

“Dari 5% itu, paling banyak untuk mendaftarkan pekerja rentan dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sebelumnya ditempat yang sama juga ditandatangani Nota Kesepahaman kerjasama antara bank bjb, BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK), LPDB KUMKM dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Jawa Barat (Kadin Prov Jabar) tenntang pemberian fasilitas permodalan dan pembinaan untuk debitur pelaku KUMKM di Jawa Barat.

“Bagi KUMKM penerima bantuan modal diwajibkan ikut serta dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJSTK. Kami mengapresiasi ide Bank BJB ini, karena sangat mendukung program negara tentang perlindungan sosial tenaga kerja oleh BPJSTK,” puji Agus.

Agus yakin, dengan dukungan para stakeholder termasuk Bank BPB, target kepesertaan sebanyak 22 juta tahun ini dapat tercapai. Hingga saat ini sudah sekitar 20 juta pekerja yang menjadi peserta, yang 500.000 diantaranya adalah pekerja rentan bukan penerima upah.

(tri/sir)

Terbaru

Jejeran kendaraan di salah satu area parkir di Jakarta. (ist)
Sabtu, 7/12/2019 — 16:06 WIB
Dorong Realisasi Target Pajak Rp44,4 T
Sah! BBN-KB DKI Jakarta Naik jadi 12,5 Persen per 11 Desember 2019