Sunday, 17 November 2019

Debat Seru Antara Ahok dan Maqdir Ismail Kontribusi 15 Persen

Senin, 5 September 2016 — 12:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

JAKARTA (Pos Kota) – Kontribusi  tambahan 15 persen menjadi perdebatan keras antara saksi kasus suap reklamasi pantai Jakarta, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Maqdir Ismail, penasihat terdakwa  M Sanusi (mantan anggota DPRD DKI Jakarta).

Maqdir menanyakan dasar hukum yang digunakan Ahok untuk menetapkan kontribusi tambahan 15 persen dari pengembang. Padahal, dari aturan Bappenas masalah reklamasi seperti itu hanya ada 5 persen.

Ahok pun menjelaskan panjang lebar, dan dia mengaku tidak ingin Pemprov DKI rugi. Kalau hanya 5 persen dan itu sebagai tukar guling pulau reklamasi, itu akan merugikan DKI. Menurutnya,  dia ajak pengembang untuk 15 persen itu ternyata mau. Namun, DPRD justru tidak mau.

“Pengembang saja kami minta kontribusi 15 persen itu mau, agar DKI tidak rugi, kok, penasehat hukum  ngotot membela legislatif yang menginginakn 5 persen itu,” kata Ahok dengan penuh semangat.

Maqdir itu pun mengembalikan pertanyaan dan meminta Ahok untuk menghormati sidang pengadilan dalam bicaranya. “Apakah istilah kontribusi tambahan itu digunakan di aturan lain,” katanya.

Ahok mengatakan, ada istilah itu, digunakan oleh gubernur sebelumnya, yakni di era Fauzi Bowo. Ia menyebutkan dalam salah satu aturan yang pernah dikeluarkan. Namun, Ahok juga menyatakan, aturan itu ada  di antaranya pada 1997, tapi, pada 2011 aturan itu hilang. “Seminggu sebelum saya dilantik kata itu hilang, saya minta KPK, polisi, periksa kasus ini. Ada apa?” kata Ahok.

Debat itu pun berjalan panas, dan terlihat sekali Ahok blak-blakan, dan kalau perlu pengembang menuntut dirinya kalau memang merasa tidak cocok dengan kontribusi 15 persen itu.

Maqdir pun terlihat menahan emosi mendengar  ucapan-ucapan dan tantangan Ahok, misalnya ada ucapan, kenapa Anda membela pengembang, sementara pengembang tidak keberatan. Maqdir kembali meminta  Ahok untuk menghormati persidangan.

Ahok menjawab dengan enteng. “Ya, saya hormati,” katanya diiringi teriakan huuuu dari pengunjung. (win)