Monday, 14 October 2019

Alhamdulillah, Jemaah Pakai Karpet Saat Mabit di Muzdalifah

Rabu, 7 September 2016 — 10:09 WIB
Menag mencoba gelaran karpet merah yang disiapkan muassasah bagi jemaah saat mabit di Muzdalifah. (kemenag)

Menag mencoba gelaran karpet merah yang disiapkan muassasah bagi jemaah saat mabit di Muzdalifah. (kemenag)

MEKKAH – Ada layanan baru di muzdalifah pada musim haji tahun ini. Alhamdulillah, pihak Muassasah Asia Tenggara (Asteng) akan memberikan fasilitas karpet untuk jemaah haji Indonesia saat mabit (menginap) di Muzdalifah.

Kepastian akan adanya fasilitas karpet ini ditegaskan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin saat meninjau Muzdalifah. Di padang luas itu, sudah bertumpuk ribuan karpet merah yang masih tergulung dan teronggok di beberapa tempat di Muzdalifah.

Bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dan Ketua Muassasah Asia Tenggara Muhammad Amin Indragiri, Menag Lukman menggelar karpet merah yang nantinya akan diperuntukan bagi jemaah saat mabit di Muzdalifah.

Usai mencoba duduk, Menag mengaku nyaman dengan karpet merah baru yang disediakan oleh Muassasah Asia Tenggara. “Ini bahayanya kalau terlalu nyaman, nanti jemaahnya ketiduran,” terang Menag disambut tawa Abdul Djamil dan Muhammad Amin Indragiri.

Tidak hanya untuk jemaah haji Indonesia, karpet yang sama juga disiapkan untuk jemaah haji yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Kepada Amin, Menag menyampaikan apresiasinya atas penyediaan layanan karpet merah untuk jemaah selama di Muzdalifah.

“Apakah tahun ini hanya Muassasah Asia Tenggara yang memulai ini?” tanya Menag yang diiyakan oleh Amin Indragiri.

(Baca: Menag Minta Tambah Toilet Wanita di Armina)

Setelah Magrib tanggal 9 Dzulhijjah, usai menjalani wukuf, jemaah haji Indonesia secara bertahap diberangkatkan menuju Muzdalifah. Mereka akan menginap di Muzdalifah sampai dengan pertengahan malam (muntashif al-lail).

Di Muzdalifah, jemaah haji akan mengumpulkan batu kerikil yang akan dilontarkan di jamarat. Petugas memantau kerikil tersebut sudah disebar menghampar oleh Pemerintah Arab Saudi di beberapa ruas padang Muzdalifah.

Melewati tengah malam, jemaah kemudian akan diberangkatkan secara bertahap menuju Mina. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mentargetkan seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan muzdalifah sebelum jam 07.00 waktu Arab Saudi pada tanggal 10 Dzulhijjah.

(kemenag/sir)