Thursday, 14 November 2019

DPR Minta BPJS Kesehatan Aktif Sosialisasi Layanan yang Ditanggung

Kamis, 8 September 2016 — 12:54 WIB
Peserta sosialisasi BPJS Kesehatan foto dengan anggota DPR Komisi IX Oki Asokawati dan kepala BPJS Kesehatan jakpus Evita Bona

Peserta sosialisasi BPJS Kesehatan foto dengan anggota DPR Komisi IX Oki Asokawati dan kepala BPJS Kesehatan jakpus Evita Bona

JAKARTA (Pos Kota) – Anggota Komisi IX DPR Oki Asokawati meminta kepada BPJS Kesehatan Jakarta Pusat agar lebih giat memberikan sosialisasi tentang layanan kesehatan yang diberikan kepada warga.

Pasalnya, meskipun  hampir setiap warga sudah tahu BPJS Kesehatan namun tidak sedikit yang belum tahu layanan apa saja yang bisa diberikan.

“Ada yang belum tahu bahwa kecelakaan tunggal pengobatannya bisa ditanggung BPJS Kesehatan sepanjang persyaratannya terpenuhi. Misalnya surat keterangan kecelakaan dari polisi,” katanya saat  menghadiri acara “Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional” kepada warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Oki, untuk kecelakaan seperti tabrakan dua kendaraan memang ditanggung asuransi Jasa Raharja. Namun untuk kecelakaan tunggal seperti nabrak trotoar bisa ditanggung BPJS Kesehatan.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Jakarta Pusat Evita Bona mengatakan JKN merupakan program pemerintah. Karena itu pihaknya memang wajib mensukseskannya melalui pelayanan yang baik kepada warga.

“Dalam era jaminan kesehatan nasional, mutu pelayanan kesehatan menjadi isu paling penting dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Setidaknya ada enam dimensi mutu pelayanan kesehatan yang perlu diwujudkan, yakni efekrif, efisien, mudah diakses, aman, tepat waktu dan mengutamakan pasien,” katanya.

Pihaknya  terus berupaya memastikan jaminan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN berkualitas dan terpercaya melalui kemitraan strategis. Jumlah peserta JKN setiap tahun bertambah, Di wilayah Jakarta Pusat  per Agustus 2016 jumlahnua mencapai  2,5 juta jiwa.
Halaman selanjutnya Sedangkan skala nasional jumlah peserta JKN KIS 168 juta jiwa.

“Peningkatan pelayanan kepada pasien dibutuhkan fasilitas kesehatan dengan jumlah cukup memadai, berkualitas dan berkomitmen melayani,” katanya.

Nyonya Susi salah seorang peserta sosialisasi mengaku sangat bersyukur adanya JKN. Beberapa waktu lalu ketika ada anggota keluarganya yang sakit dia cukup menunjukan foto copy KTP dan BPJS Kesehatan.   “Dulu kalo sakit kita takut ke rumah sakit. Khawatir bayarnya mahal,” katanya. (faisal/win)