Friday, 06 December 2019

Jual Obat Palsu, Ahok: Tutup Toko dan Jangan Dagang Obat Lagi

Kamis, 8 September 2016 — 11:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  (ikbal)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, telah menginstruksikan kepada Direktur Umum (sirut) PD Pasar Jaya untuk bertindak tegas, menutup toko yang kedapatan menjual obat palsu di pasar-pasar di Jakarta.

Belakangan peredaran obat palsu dan ilegal merisaukan warga. Tak hanya di jual di toko di sejumlah pasar, distribusi obat palsu juga sudah sampai toko-toko obat yang lebih kecil.

“Kalau ketemu, kalau di daerah pasar, kita langsung tutup tokonya. Dan tokonya nggak boleh buka toko obat lagi. Kita sudah instruksikan ke Dirut Pasar Jaya,” tegas Ahok, panggilan gubernur, di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/9/2016).

(Baca: Banyak Dijual Bebas, Ini Ciri-ciri Obat Kadaluwarsa)

Di beberapa tempat di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, seperti di Pasar Kramatjati dan Pasar Pramuka sudah ditemukan obat palsu. Bahkan tak hanya obat palsu beredar, obat kedaluwarsa pun ditemukan di pasar tersebut.

Temuan ini hasil Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya bersama petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI saat merazia penjualan obat di Pasar Kramatjati dan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2016). Modus obat kedaluwarsa adalah dengan mengganti tanggal batas kedaluwarsa. (ikbal/yp)