Saturday, 07 December 2019

Jembatan Ambrol, Warga Kecewa akan Kinerja Pemkot Depok

Senin, 12 September 2016 — 19:50 WIB
Jembatan yang sudah tidak bisa dilewati

Jembatan yang sudah tidak bisa dilewati

DEPOK (Pos Kota) – Warga Kelurahan Pitara, Pancoran Mas dan Kelurahan Ratujaya Cipayung kecewa dengan kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Depok. Pasalnya, keluhan kerusakan Jembatan Balong Sari dianggap tak serius hingga sekarang terputus dan tak dapat dilewati kendaraan roda empat.

“Kerusakan jembatan sudah berulang kali disampaikan baik melalui Musrenbang hingga media massa tapi tak ditanggapi serius kalaupun ada perhatian hanya tambal sulam layaknya pekerjaan abal-abal,” keluh Agus Salim, warga Pitara, Pancoran Mas, Senin (12/9).

Jembatan Balong Sari menjadi salah satu penghubung warga Pancoran Mas dan Cipayung lokasinya sekitar Kampung Rawageni bawah. Bahkan, tak hanya menjadi jalan penghubung tapi jalan ini juga menjadi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawageni untuk warga Perumnas Depok Satu, Pitara dan kawasan Sandra.

Akibatnya jika warga ingin memakamkan saudara atau tetangga harus berputar terlalu jauh. Pasalnya, kendaraan roda empat tak dapat melintas sama sekali.

Hal senada dikatakan Darsono, warga Cipayung, yang kecewa dengan kinerja jajaran Pemkot Depok dinilai kurang tanggap terhadap awal kerusakan. Kondisi jembatan sudah rapuh lebih dari 15 tahun dan belum pernah diperbaiki.

“Seminggu lalu jembatan sempat ambrol dan hanya ditutup itupun atas inisiatif warga sekitar dibantu jajaran Polsek Pancoran Mas tapi sekarang praktis putus hanya dapat dilalui sepeda motor saja,” tuturnya.

Pengendara mobil jika ingin ke arah Perumnas Depok Satu atau Dipo Stasiun Depok Lama dari arah Cipayung harus melalui Jalan Kavling Departemen Kesehatan terus menuju Jalan Damai atau Jalan Cagar Alam, Kelurahan Pitara maupun sebaliknya.

BONGKAR TOTAL

Walikota Depok Muhammad Idris, meminta pihak DMBSDA setempat secepatnya memperbaiki jembatan itu. “Kalau tak salah sudah dicek dan memang harus diperbaiki total karena beberapa bagian penyangga besi jembatan kondisinya sudah kropos dan harus direhab total atau diganti baru,” ujarnya .

Ditambahkan Kepala DBMSDA Kota Depok, Manto jembatan Balong Sari tak dapat dilewati karena bagian tengah jembatan ambrol.

Perbaikan harus dilakukan total dan diganti jembatan baru.” Tentunya memerlukan proses lelang dengan waktu 45 hari atau 1,5 bulan dengan waktu kerja 60 hari, “kata Manto.

Ditambahkan Hardiman, sebetulnya bisa juga dipakai atau ditutup plat besi di bagian yang amblas di badan jembatan dengan plat besi tapi khawatir hilang.

” Kalau hilang kan percuma lebih baik dibangun jembatan baru,” tuturnya yang menambahkan kondisi jalan utama ini jika air Kali Krukut meluap juga terendam air hingga mencapai lebih dari satu meter. (Anton)