Monday, 18 November 2019

Dipimpin Bima Bogor Juara 1 Indonesia, Ke-2 di Dunia

Minggu, 18 September 2016 — 19:54 WIB
Walikota Bogor, Bima Arya.

Walikota Bogor, Bima Arya.

BOGOR (Pos Kota) -Setelah dilantik 7 Arpil 2014, salah satu janji Walikota Bogor Bima Arya adalah menata angkutan kota untuk mengurangi kemacetan di wilayah kekuasaannya. Tapi setelah dua tahun berkuasa, ternyata Politisi PAN itu tak bisa mengubah lalulintas Bogor.

Dari hasil survei yang dilakjukan aplikasi lalu lintas Waze belum lama ini Kota Bogor masuk lima kota dengan pengalaman berkendara terburuk di dunia. Kota Bogor menjadi juara kedua dengan poin 2,15 setelah Kota Cebu, Filipina dengan poin 1,15.

Urutan ketiga dengan poin 2,85 ditempati kota San Salvador, Salvador. Peringkat ke empat ditempati Denpasar Bali dengan poin 2,89 dan Bandung urutan kelima dengan poin 3,00.

Survei ini melibatkan jutaan pengguna aktif aplikasi Waze dari 38 negara and 235 daerah perkotaan. Survei dilakukan dengan memberikan penilaian 10 (kepuasan) hingga poin 1 (ketidakpuasan).

Survei Waze ini sepertinya tidak berbeda dengan apa yang pernah dirilis oleh Kementerian Perhubungan tahun 2014 lalu. Kemenhub menempatkan Bogor sebagai kota termacet di Indonesia. Bogor bertengger di urutan pertama dari 10 kota di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintasnya.

Menanggapi hasil survei, Bima tidak menepisnya karena ada datanya. “Jangan disangkal. Memang Bogor masih macet dan di beberapa ruas tambah macet. “Tahun lalu Bogor masih di bawah Bandung dan Denpasar. Tahun ini lebih buruk. Ini penting untuk kerja lebih keras lagi terutama reformasi angkutan kota,” ujar Bima Arya.(*/us)

  • irsan

    Wah, kirain prestasinya yg bagus.