Tuesday, 12 November 2019

Baznas Perkirakan Potensi Zakat Kelompok Dermawan Rp286 Triliun

Jumat, 7 Oktober 2016 — 16:23 WIB
Ketua Baznas Bambang Sudibyo dalam acara penandatangan dengan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), di Jakarta, Jumat (7/10). (Johara)

Ketua Baznas Bambang Sudibyo dalam acara penandatangan dengan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), di Jakarta, Jumat (7/10). (Johara)

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)  Prof Bambang Sudibyo menegaskan tingginya potensi filantropi (kelompok kedermawanan) di Indonesia. Sebab dari dana zakat saja, potensinya mencapai Rp217 triliun, yang jika diekstrapolasi pada 2016 menjadi sekitar Rp286 triliun.

Demikian disampaikan Bambang dalam acara penandatangan dengan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), di Jakarta, Jumat (7/10) tentang Sinergi dalam Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

PFI merupakan mitra utama yang ditunjuk oleh United Nation Development Program (UNDP) dalam melaksanakan SDGs di Indonesia bidang filantropi.

Penandatanganan tersebut disaksaikan  Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa dan Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro.

Bambang Sudibyo, MBA, CA mengatakan pencapaian SDGs sudah menjadi komitmen semua pemerintah yang diikuti lembaga struktural maupun non struktural. Baznas  akan berperan minimal dalam enam hal dari 17 tujuan SDGs terkait zakat. Antara lain pertama, pemberantasan kemiskinan.

Kedua, pemberantasan kelaparan. Ketiga, kehidupan yang sehat. Keempat, pendidikan berkualitas. Kelima, air bersih dan sanitasi serta keenam, mengurangi kesenjangan.

“SDGs ini bersentuhan dengan zakat. Misalnya kesehatan, pada umumnya kehidupan para mustahik kesehatannya kurang bagus dilihat dari gizi dan sebagainya. Kemudian, air bersih dan sanitasi, sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa zakat bisa dipakai untuk perbaikan air bersih dan sanitasi, terutama yang terkait dengan fakir miskin,” ujar Prof Bambang.

Baznas, menurut Bambang akan berusaha menciptakan model-model program pengentasan kemiskinan. Baznas berpengalaman dalam hal ini melalui pengembangan program Zakat Community Development (ZCD) yang selama ini dilakukan. ZCD adalah model pengentasan kemiskinan yang komprehensif pada komunitas miskin dengan berbagai program, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan microfinancing.

Selama 2015, Baznas telah menyalurkan zakat dan infak kepada 229.714 mustahik melalui berbagai program pemberdayaan maupun karitas. Angka ini belum termasuk penerima zakat dan infak dari Baznas  provinsi dan  Kabupaten/ Kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk oleh masyarakat. (Johara/win)