Sunday, 15 December 2019

Ahok : Sejak 2015 Gaji PNS DKI Naik Besar Sekali, Terendah Rp13 Juta

Senin, 17 Oktober 2016 — 17:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim selama dua tahun kepemimpinannya telah berhasil menaikkan kesejahteraan PNS DKI secara signifikan. “Sejak tahun 2015 gaji PNS DKI naik besar sekali,” ujar Ahok di Balaikota, Senin (17/10).

Menurutnya gaji PNS DKI merupakan terbesar dibandingkan daerah lain. “Contohnya, untuk staf terendah atau gaji paling minimal saja sebesar Rp 13 juta. Meski pemerintah bisa menggaji sebesar itu, namun pengeluaran daerah tetap efisien,” ungkap Ahok yang naik jabatan menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2014.

Ahok mengungkapkan bahwa sebelum gaji besar itu direalisasi oleh  Pemprov DKI banyak pihak yang meragukan. “Dulu banyak orang memandang sebelah mata dan berkata tidak mungkin Pemprov DKI bisa menggaji pegawainya sebesar itu. Namun nyatanya hal itu bisa saya buktikan tidak lebih dari dua tahun setelah saya menjadi gubernur,” papar Ahok.

Ahok mengaku bahwa pemberian gaji besart bukan pemborosan,  justru pengeluaran menjadi lebih efektif. Karena tidak banyak lagi anggaran yang bisa dimainkan oleh oknum. “Kalau ada oknum yang masih berani main anggaran pasti dipecat,” tandas Ahok.

Sebagaimana diketahui, sistem penggajian PNS DKI yang menggunakan tunjangan kinerja daerah (TKD) langsung melambungkan penghasilan para pegawai. Untuk staf terendah lulusan SMA menerima gaji dari APBN plus TKD dari Pemprov DKI sekitar Rp 13 juta/bulan.

Sedangkan staf lulusan sarjana, penghasilan resminya antara Rp 15 juta dan Rp 23 juta, pejabat eselon IV sekelas Kasi, Kasubbag, dan lurah sekitar Rp 33 juta, eselon III sekelas Kasudin, Kabag, dan camat di atas Rp 40 juta, sedangkan eselon II sekelas kepala dinas, kepala biro, dan walikota pada kisaran Rp 70 juta sampai Rp 80 juta. (Joko/win)