Tuesday, 22 October 2019

BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Kerja Ciliwung

Senin, 17 Oktober 2016 — 8:34 WIB
BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA (Pos Kota) – Muaf Jaelani,25, korban kecelakaan kerja yang kaki kanannya putus saat bekerja di proyek normalisasi Kali Ciliwung, Tebet Jakarta Selatan, akan mendapat santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan kerja normalisasi kali Ciliwung akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh, juga akan diberikan santunan cacat tetap,” kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, disela penandatanganan kerjasama dengan DPP Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Jakarta, Senin (17/10).

Muaf bekerja di sektor jasa konstruksi dari perusahaan PT Adhi Karya yang bertugas di proyek normalisasi Kali Ciliwung wilayah Tebet. Muaf mengalami kecelakaan kerja saat hendak mengarahkan paku bumi yang diangkat menggunakan Crane untuk ditanam di area yang ditentukan.

Malang menimpa Muaf ketika kabel tali pengangkut paku bumi putus dari Crane dan menimpa kaki kanan Muaf, sehingga kaki kanannya putus pada Minggu (17/10/2016).

Oleh karenanya, seluruh biaya pengobatan, perawatan hingga santunan cacat akan ditanggung dan dibayarkan oleh BP Jamsostek. “ini adalah hak pekerja yang mengalami musibah, BP Jamsostek hanya menunaikan tugas dan tanggung jawab dalam memenuhi hak peserta,” jelas Agus. “Karena cacat yang dialaminya, juga akan kami berikan santunan sesuai ketentuan yang ada.”

Menurutnya, program JKK dari BP Jamsostek sangat penting dalam mengalihkan risiko kerja yang dapat menimpa siapa saja, agar perusahaan ataupun pekerja tidak terbebani biaya yang timbul jika pekerja mengalami kecelakaan saat bekerja.

“Perlindungan atas risiko pekerjaan memang sangat penting, namun kami tetap berharap kejadian kecelakaan kerja bisa dihindari dengan menaati prosedur keselematan kerja yang berlaku agar tidak ada pekerja yang sampai mengalami musibah dalam menjalani aktifitas pekerjaannya,” pungkas Agus.

(tri/sir)