Tuesday, 12 November 2019

Putra Mahkota Tolak Tahta, Thailand Kini Dipimpin Jenderal Militer

Selasa, 18 Oktober 2016 — 10:00 WIB
Jenderal Prem Tinsulanonda sebagai wali kerajaan Thailand untuk sementara. (ist)

Jenderal Prem Tinsulanonda sebagai wali kerajaan Thailand untuk sementara. (ist)

THAILAND – Kekosongan tahta sempat terjadi pasca meninggalnya pemimpin Thailand, Raja Bhumibol Adulyadej dan belum bersedianya Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn Thailand menggantikan posisi ayahnya. Akhirnya, ditunjuklah Kepala Privy Council (Dewan Rahasia), Jenderal Prem Tinsulanonda sebagai wali kerajaan Negeri Gajah Putih itu untuk sementara.

“Prem adalah seorang prajurit yang baik dan dia memiliki citra seorang tentara yang jujur, bebas dari korupsi,” kata sejarawan dari Universitas Chulalongkorn, Sutachai Yimprasert, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (18/10/2016). ”Ini merupakan faktor utama yang mendorong dia ke posisi panglima militer dan kemudian sebagai calon Perdana Menteri,” lanjutnya.

Jenderal Prem Tinsulanonda, lahir di Provinsi Songkhla selatan. Ia berkarir di militer lebih dari empat dekade dan pada tahun 1978, dia menjadi kepala militer Thailand.

Di bidang politik, Jenderal Prem juga merupakan seorang yang mumpuni. Pada tahun 1980, dia dipilih oleh partai politik untuk menjadi Perdana Menteri hingga delapan tahun

Sebagai Perdana Menteri, Jenderal Prem selamat dari dua upaya kudeta oleh faksi militer saingan. Hal itu berkat loyalitasnya dan hubungan dekat dengan keluarga kerajaan. (embun)