Wednesday, 23 October 2019

Ternyata Dimas Kanjeng Tak Kalah Bodohnya

Selasa, 18 Oktober 2016 — 6:18 WIB
dimas-kanjeng-tipu

KASUS Dimas Kanjeng menunjukkan bahwa banyak orang pinter dibodoh-bodohi pakai “ilmu” penggandaan uang. Bila demikian apakah Taat Pribadi ini lebih pintar dari profesor sekelas Marwah Daud dan sejumlah dosen yang terpedaya? Ternyata Dimas Kanjeng itu tak kalah juga begonya. Dia mengumpulkan uang asli hingga triliunan. Celakanya, uang itu akhirnya tak dinikmati sendiri, karena dibawa kabur oleh “sultan”-nya yang minggat entah ke mana.

Kemarin Marwah Daud Ibrahim selaku Ketua Yayasan Dimas Kanjeng diperiksa Polda Jatim. Dari situ akan ketahuan, apakah dia benar-benar orang pintar yang bergelar profesor dan doktor lulusan Amerika. Yang jelas, selesai pemeriksaan hanya dua kemungkinan akan nasib Marwah Daud. Sebatas saksi, atau naik status jadi tersangka. Untungnya dia bukan Cagub Pilkada, sehingga misalkan jadi tersangka pun, takkan mengganggu demokrasi.

Tapi mungkin dari sekian orang yang dibodohin pakai “ilmu” penggandaan uang, paling sial adalah Ny. Najmiah dari Makasar. Sudah punya uang Rp200 miliar kok masih pengin menggandakannya jadi Rp1 triliun dengan cara-cara tak masuk akal. Bagaimana nasib uang-uang itu? Hanya kembali dalam bentuk emas dan uang palsu, sementara nyawanya juga kembali lebih cepat ke pangkuan Ilahi. Ada dugaan Ny. Najmiah juga menjadi “korban”-nya Taat Pribadi.

Ada sekitar 600 guru dan dosen yang dikadali Dimas Kanjeng. Dia korbankan uang gaji dan sertifikasinya agar berlipat ganda, tapi hasilnya nol. Mereka jadi bolos mengajar dan beri kuliah, karena lebih berharap dapat uang berlipat ganda berkat “salawat fulus” Dimas Kanjeng yang katanya bisa melipatgandakan uang.

Kini Dimas Kanjeng benar-benar bagaikan “tangan mencencang bau memikul”. Gara-gara ulahnya, dia banyak menghadapi tuntutan hukum, dari soal pembunuhan, penipuan, penistaan agama. Tambah pusing lagi, dia harus mengembalikan uang yang pernah ditipunya itu. Tapi pakai apa? Sebab uang asli yang konon berjumlah Rp 1 triliun kadung dibawa kabur “sultan” dari Tomang Jakarta, yang tak diketahui alamat jelasnya. – gunarso ts

  • NYINYIR

    HUAHAHAHAUAUHUAHAHAHA UANG JIN DIMAKAN SETAN , UANG BOLEH NIPU DIBAWA LARI ORANG LAEN …….. MAKAN TUH ASPAT

  • Supirah Sapri

    Kejang Dimas Tatot Pribandot malah membunuh anggota2 nya yg membelot persis spt ISIS, biadab iblis