Wednesday, 20 November 2019

Mendes: BUMDes Butuh Manajerial Skill Saingi BUMN

Rabu, 19 Oktober 2016 — 13:27 WIB
Menteri Desa Penanggulangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

Menteri Desa Penanggulangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mengungkapkan optimismenya terkait pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengembangkan ekonomi desa.

“BUMDes berpeluang menampung seluruh dana desa kucuran pemerintah yang besar untuk membangun ekonomi desa, sesuai produk kearifan lokal. Besarannya memungkinkan melampaui BUMN,” ujarnya kepada wartawan parlemen, Rabu (19/10/2016).

Dijelaskannya, dana desa yang digulirkan pemerintah pusat mencapai Rp 1 milyar sampai Rp 3 milyar per desa. Hingga tahun 2019, pemerintah mengucurkan dana desa mencapai Rp 111 triliun. Sehingga, jika desa ada 74 ribuan dan menampung Rp 1 miliar maka BUMDes bisa menampung aset Rp 74 triliun atau kapitalisasi pasar dalam holding BUMDes mencapai Rp 740 triliun, yang saat ini tidak ada satu BUMN mencapai aset serupa itu.

“Tetapi masalahnya adalah mayoritas desa tak memiliki managerial skill untuk membangun BUMDes. Maka muncul wacana membangun holding BUMDes, bukan saja mengatasi manajerial skill melainkan sekaligus meminimalisir penyalahgunaan,” tandas dia.

Keberadaan dana desa, katanya, saat ini pendapatan per kapita masyarakat desa mencapai Rp2 juta per bulan. Sehingga saat efektif jika ada BUMDes yang memiliki produk unggulan bisa terserap oleh masyarakat desa sendiri. “Ini karena daya beli masyarakat yang terus meningkat. Dan Pak Presiden pun sudah melihat secara nyata efek dari dana desa ini,” jelas Eko.

(rinaldi/sir)