Thursday, 14 November 2019

Rumah Petak Jadi Panti Pijat, Wakil Walikota Perintahkan Supaya Ditutup

Kamis, 27 Oktober 2016 — 9:21 WIB
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. (anton)

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Warga kawasan Viktor Buaran, Serpong mengeluh dan protes maraknya rumah petakan yang disulap menjadi tempat panti pijat plus-plus tanpa ada penertiban sama sekali terlebih lokasinya di dekat gedung sementara DPRD Kota Tangsel. Wakil Walikota tegaskan secepatnya ditutup agar masalah tak berlarut-larut.

“Sebetulnya sudah beberapa kali keluhan dan informasi semakin maraknya tempat panti pijat yang menggunakan rumah petakan disampaikan ke instansi terkait tapi sama sekali belum ada tindakan di lapangan,” kata Ny. Nuriah, warga kawasan Buara, Kec. Serpong, Kamis (27/10/2016).

Kehadiran dan keberadaan panti pijat yang merambah lingkungan pemukiman dan pengelola menyewa rumah petakan tentunya membuat warga sekitar risih karena hampir setiap hari mulai sore hingga larut malam ada saja tamu yang datang ke tempat tersebut.

Lebih memprihatinkan lagi lokasi keberadaan panti pijat itu tak jauh dari gedung sementara DPRD Kota Tangsel, tuturnya yang menambahkan jangan-jangan malah ada oknum anggota DPRD setempat yang juga memanfaatkan untuk bersantai memijat saat tak ada kerjaan.

SECEPATNYA DITUTUP

Hal senada dikeluhkan Ny. Heri, warga lainnya, yang berharap ada upaya tindakan penutupan atau larangan terhadap tempat panti pijat tersebut seperti di lokasi lain. “Paling tidak ada larangan atau penutupan agar tak semakin marak berdiri,” harap ibu dua anak ini yang menduga keberadaan mereka tentunya ada main dengan jajaran terakit termasuk Satpol PP setempat karena ngak pernah ada kegiatan penertiban selama ini.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, dengan tegas meminta jajaran Satpol PP Kota Tangsel secepatnya turun ke lapangan dan melakukan pendataan serta teguran. “Kalau perlu ditutup agar tak menimbulkan masalah lebih jau lagi atau berlarut-larut terhadap keluhan warga sekitar,” tegasnya.

Terlebih tempat usaha tersebut beridir di sekitar pemukiman warga yang tentunya sangat berdekatan dengan rumah ibadah seperti musolah, masjid dan lainnya, tuturnya termasuk jaraknya sangat dekat dengan gedung sementara DPRD setempat.

Ditempat terpisah, Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Azhar Syam’un, mengatakan akan turun langsung meninjau dan menindak lanjuti perintah yang disampaikan Wakil Walikota Benyamin Davnie dan secepatnya memanggil pengelola panti pijat yang ada serta menutup tempat tersebut.

“Kami akan panggil pengelola tempat usaha tersebut secepatnya,” ujarnya yang menambahkan jika ada oknum Satpol PP yang berani membekingi kegiatan tersebut tentunya bakal ditindak tegas.

(anton/sir)