Monday, 21 October 2019

Guru Madrasah Ini Gorok Pacarnya yang Hamil Hingga Tewas

Jumat, 28 Oktober 2016 — 21:19 WIB
TS, 22, oknum guru yang tega menggorok siswi SMA hingga tewas.

TS, 22, oknum guru yang tega menggorok siswi SMA hingga tewas.

SUKABUMI (Pos Kota) – Oknum guru Madrasah Tsanawiyah & Aliyah di kawasan Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berinisial TS, 22, menggorok siswi SMA sekaligus pacarnya, Yuli, 18 tengah hamil empat bulan.

Peristiwa ini terjadi ketika dua sejoli yang beralamat di Desa Sindanghayu Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur ini memarkir motornya di gubuk kawasan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, tak jauh dari jalur lingkar selatan.

Pelaku dan korban kemudian berhubungan badan. Saat itu pelaku sudah mengetahui jika korban dalam keadaan hamil. Usai berhubungan badan, kemudian membelakangi korban dan langsung menggorok leher korban.

Saat itu, pelaku langsung melarikan diri. Sementara korban berlari ke permukiman warga berteriak-teriak meminta tolong dengan kondisi leher terluka penuh darah pada Kamis (27/10) sekira pukul 20.30 WIB.

Warga saat itu langsung membawa ke RSUD R Syamsudin SH. Belakangan diketahui, setelah 14 jam mendapatkan perawatan medis akhirnya korban meninggal dunia pada Jumat (28/10/2016) sekira pukul 12.00 WIB. Kuat dugaan, korban kehabisan darah karena lukanya cukup parah.

Polisi kemudian memburu pelaku . Upaya jajaran Polres Sukabumi Kota akhirnya membuahkan hasil. Pada Jumat (28/10/2016) sekira pukul 04.15 WIB, pelaku dibekuk di Desa Selaawi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Belakangan diketahui, pelaku dan korban sudah saling kenal dan merupakan sepasang kekasih selama 6 bulan. TS tega menggorok leher kekasihnya itu karena mengetahui korban tengah hamil 4 bulan.

“Saya gelap mata, saya kalut. Saya menggorok leher korban menggunakan pisau cutter,” aku pelaku.

Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Joni Surya Nugraha menjelaskan awalnya pelaku membantah aksinya itu. Namun akhirnya memang ada niat pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Setelah digorok, korban melarikan diri dari pelaku meski saat itu kondisinya terluka parah. Pelaku sendiri tidak mengejar korban karena di sekitar lokasi kejadian dekat dengan pemukiman warga,” terang Joni.

Menurut Joni, TS diketahui berprofesi sebagai guru Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah & Aliyah di kawasan Cisaat. Sementara korban meski bersekolah di Kabupaten Garut ternyata masih bertetangga dengan pelaku. (sule)