Monday, 21 October 2019

Walikota Airin : Apa Perlu Saya Menyamar ke Panti Pijat

Jumat, 28 Oktober 2016 — 14:31 WIB
Walikota tangsel Airin Rachmi Diany bersama Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP Ayi Supardan usai peringatan Hari Sumpah Pemuda. (anton)

Walikota tangsel Airin Rachmi Diany bersama Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP Ayi Supardan usai peringatan Hari Sumpah Pemuda. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Walikota Airin rachmi Diany geram dan minta jajaran satuan polisi pamong praja (Satpol PP) untuk mengambil tindakan tegas  terhadap  panti pijat terselubung di kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini marak dan dikeluhkan masyarakat.

Meski, keberadaannya dikeluhkan masyarakat, namun aparat Satpol PP tidak berani menindak, dengan dalih belum punya bukti. Hal ini yang justru membuat Walikota Airin berang. “Sudah jelas saya bilang tindak tegas,” geram Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Jumat (28/10).

Hal itu disampaikannya, saat mendapatkan informasi bahwa jajaranya, khususnya Satpol PP Tangsel, tak berani mengambil tindakan tegas karena tak punya bukti, padahal  masyarakat sudah mengeluhkan.

Menurut dia, petugas penegak Perda itu tak perlu menunggu bukti dari masyarakat tapi langsung terjun dan turun ke lapangan untuk melihat sendiri kondisi yang ada jangan harus menunggu keluhan masyarakat serta menunggu perintah terlebih dulu.

“Apa perlu langsung. Saya yang turun ke lokasi untuk menyamar,” ujar Airin Rachmi Diany geram yang mengaku sejak dari dulu saya sudah bilang dan sampaikan bahwa informasi berkaitan maraknya panti pijat terselubung ini sudah ramai dikeluhkan.

Dirinya pun, tak ingin berprasangka buruk terhadap pengelola atau pelaku usaha panti pijat dan spa karena sampai saat ini memang belum ada bukti yang kuat serta valid sebagai landasan untuk dijadikan alat melakukan tindakan tegas berkaitan panti pijat yang diduga melakukan praktik prostitusi sehinggakhawatir digugat.

Sebelumnya, Pos Kota (26/10) warga kawasan Buaran, Serpong mengeluhkan maraknya panti pijat terselubung yang membuat resah warga sekitar terlebih membuka tempat usaha di lingkungan perumahan dan jam bukan mulai sore hingga larut malam.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Tangsel Azhar Sam’un menegaskan, untuk menutup panti pijat harus ada bukti kuat tanpa ada bukti yang kuat jelas rentan etrhadap gugatn ek Pemkot Tangsel jika melakukan penutupan paksa atau tindakan tegas karena kebanyakan pengelola sudah memiliki perizinan pariwisata, rekomendasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkaitan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan izin lainnya.

“Kami belum bisa menutup tempat pijat yang diduga melakukan prostitusi. Kami butuh bukti konkret tapi itu belum kami dapatkan,” tuturnya yang secepatnya akan langsung memantau dan mengecek  berkaitan prostitusi terselubung maupun keluhan warga sekitar. (anton/win)

  • endun

    wah .. saya suka sekali kalau bu Airin mau menyamar, nanti saya juga mau menyamar jadi pelanggan