Monday, 21 October 2019

Dosen Harus Didorong Lakukan Publikasi Ilmiah

Sabtu, 29 Oktober 2016 — 15:52 WIB
Ketua STIE Indonesia Ridwan Maronrong (tengah) saat dies natalis dan wisuda. (ist)

Ketua STIE Indonesia Ridwan Maronrong (tengah) saat dies natalis dan wisuda. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Indonesia terus mendorong para dosennya lebih aktif mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal nasional maupun internasional. Publikasi karya ilmiah ini penting sebagai bagian dari meningkatkan kompetensi dosen juga mutu perguruan tinggi.
“Semakin banyak karya ilmiah bisa terbit di jurnal nasional dan internasional tentu kompetensi dosen akan semakin baik,” kata Ketua STIE Indonesia Ridwan Maronrong di sela dies natalis STIE ke-47 dan wisuda STIE ke- 44, Sabtu (29/10).

Untuk publikasi ilmiah tersebut tentunya harus didukung oleh kegiatan riset yang mumpuni. Karenanya STIE Indonesia menyediakan pendanaan cukup besar untuk riset. Termasuk dana hibah dari Kemenristek Dikti.

Sepanjang 2015/2016 diakui Ridwam publikasi ilmiah yang dilakukan dosen STIE cukup banyak. Diantaranya 30 karya ilmiah yang terbit pada jurnal lokal, 22 karya ilmiah dipublikasikan pada jurnal nasional dan 36 karya ilmiah dipublikasikan pada jurnal internasional.

Sementara partisipasi dosen yang terlibat dalam publikasi jurnal nasional dan internasional meningkat dari 32 dosen menjadi 58 dosen atau naik 81,2 persen.

Ridwan mengakui era MEA yang sudah berlangsung akan terus memberikan dampak tingkat persaingan yang semakin ketat. Utamanya dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Karena itu STIE merintis dibukanya kelas internasional. Tahapannya saat ini baru membuka mata kuliah dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Tetapi pada 2020 diharapkan kelas internasional ini bisa direalisasikan.

“Kita harus siapkan mahasiswa untuk bisa berkompetisi pada era ekonomi bebas Asean,” tandasnya.

Wisuda dan dies natalis STIE itu sendiri dihadiri Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Prof Intan Ahmad, perwakilan Kopertis III, ketua dewan pembina YPFJ Irvan Noermansyah dan Ketua Yayasan Pendidikan Fatahillah Jakarta Agustian Burdah. (faisal/win)