Tuesday, 12 November 2019

Kalau Industri Otomotif Mau Mandiri, SDM Harus Dipintarkan

Rabu, 2 November 2016 — 9:46 WIB
dokumentasi

dokumentasi

INDUSTRI otomotif Indonesia masih berkutat di produksi mobil low cost and green car (LCGC), sementara Thailand dan Malaysia sudah mulai mengembangkan eco car dan ke arah produksi mobil hybrid.

Presiden Indonesia Automotive Institute (IAI) I Made Dana Tangkas mengatakan,‎ kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah dengan membuat arah kebijakan dan road map yang jelas kedepannya. Terutama di sektor sumber daya manusianya (SDM).

Menurut Made Dana, kalau industry otomotif di Indonesia ingin mandiri, SDM yang ada sekarang harus dipintarkan, keterampilannya ditingkatkan. “Bukan hanya soal soal produksi saja yang ditingkatkan, tetapi juga teknik hingga desain,” katanya, dalam Workshop dan Family Gathering Forum Wartawan Industri (Forwin), di Lembang, Bandung.

SDM, lanjutnya, menjadi faktor utama menunjang perkembangan otomotif. Di Malaysia saja, sudah sejak 2010 membuat institusi untuk mengembangkan SDM-nya.

“Kita harus lihat ke depan bagaimana perkembangan otomotif yang diikuti dengan perkembangan yang mendasar bagi para pelakunya, termasuk SDM, dan juga produk dan teknologi yang dikembangkan di dalamnya,” tambahnya.

Indonesia, kata Made, baru mendirikan Institut Otomotif Indonesia (IOI) Mei tahun lalu. Sementara di Thailand sudah dari 1988 sedangkan Malaysia tahun 2010. “Padahal institute ini untuk mendukung kegiatan industrinya termasuk mendukung pemerintah.”

Sementara dalam pengembangan industri otomotif nasional akan terbagi dalam beberapa bagian, seperti mengembangkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Selain itu, IOI juga akan mengajukan dokumentasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang otomotif kepada Badan Nasional Sertifiasi Profesi (BNSP) pada 2017.

Dia menambahkan, kedepan IOI juga akan mengembangkan kendaraan pedesaan dengan melakukan studi kelaikan, membuat prototipe hingga memproduksinya. Pengembangan kendaraan pedesaan ini bisa menjadi cikal bakal kemajuan industri otomotif nasional.

“Nanti pada saatnya kami sampaikan. Tapi, kami serius menggarap ini,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Sekjen Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Hadi. Menurutnya, untuk mengembangkan industri otomotif dalam negeri, pemerintah juga harus membuat kebijakan yang mendukung industri komponen otomotif dalam negeri untuk mengurangi impor.

Misalnya saja memberikan kemudahan pajak untuk‎ industri komponen otomotif, untuk industri karet dan plastik. Sebab keduanya itu juga digunakan sebagai bahan baku komponen otomotif.
Dengan begitu semua sektor yang mendukung industri otomotif bisa membuat industri ini berkembang. “Jadi ada roadmad industri dan produknya, sampai bahan bakunya juga,” harapnya.

(tri/sir)