Saturday, 23 November 2019

Hingga Akhir Oktober

Naikkan Tarif, 550 Angkutan Umum di Blok M Kena Tilang

Rabu, 2 November 2016 — 9:15 WIB
Petugas Dishubtrans DKI Jakarta menilang angkutan umum di Terminal Blok M, Jaksel karena menaikkan tarif. (Rachmi)

Petugas Dishubtrans DKI Jakarta menilang angkutan umum di Terminal Blok M, Jaksel karena menaikkan tarif. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 550 angkutan umum yang menaikkan tarif di Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ditilang petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta.

Kepala Terminal Blok M, Mulya menjelaskan aksi petugas tersebut menindaklanjuti keluhan penumpang angkutan umum. Di antaranya disampaikan melalui SMS Aspirasi Warga Jakarta di Pos Kota.

Isi pesannya: “Plt Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI dan Walikota Jakarta Selatan. Hingga kini sopir angkutan umum di Terminal Blok M masih ada yang nakal karena menaikkan tarif. Hal ini melanggar Pergub DKI Jakarta tentang tarif baru pada April lalu. Mohon supaya rutin ditindak. Terima kasih. 08162915xxx.

Mulya, Kepala Terminal Blok M menjelaskan pihaknya rutin menertibkan awak angkutan umum khususnya terkait penerapan tarif sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 79 tahun 2016 tentang penurunan tarif angkutan umum. Dalam pergub itu mengatur ongkos bus kecil (angkot) Rp3.000 per penumpang, bus sedang (Metro Mini dan Kopaja) Rp3.500/penumpang dan bus besar (Mayasari dan PPD) Rp3.500/penumpang dan khusus pelajar Rp1.000/orang.

“Sehari-harinya tetap saja ada awak dan sopir yang nakal dengan memungut ongkos lama ke penumpang Rp4.000 untuk bus sedang dan bus besar,” katanya.

Hingga akhir Oktober, Mulya menilang 550 bus besar dan sedang karena melanggar tarif. Termasuk juga karena tidak membawa SIM, tidak mengenakan seragam dan kendaraan tidak layak jalan.
(rachmi/sir)