Tuesday, 12 November 2019

Begini Cara Pasukan Asmaul Husna Hadapi Pendemo 4 November

Kamis, 3 November 2016 — 15:14 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nutmantyo meninjau kesiapan pasukan saat Apel kesiapan pengamanan Pilkada Serentak 2017 di Lapangan Monas (toga)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nutmantyo meninjau kesiapan pasukan saat Apel kesiapan pengamanan Pilkada Serentak 2017 di Lapangan Monas (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebagai langkah penanganan humanis pendemo pada Jumat (4/11/2016), Polri mengerahkan pasukan Asmaul Husna. Pasukan ini menggunakan sorban putih, kopiah dan tidak bersenjata.

Rencananya pasukan Asmaul Husna ini akan ditempatkan di barisan terdepan. Tugasnya terus mengumandangkan zikir dan melafalkan Asmaul Husna atau nama-nama Allah.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, mengatakan tin ini merupakan pasukan yang disiapkan dari Brimob Nusantara. “Polri mendatangkan anggota Brimob dari berbagai daerah yang spesifik mempunyai kemampuan berizikir,” ujarnya di polda Metro Jaya, Kamis (3/11/2016).

Ia mengatakan pasukan ini akan berdoa bersama-sama dengan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi. “Kita memohon agar aksi massa aman dan dilindungi Allah SWT,” imbuhnya.

Menurutnya, tim ini adalah pengganti pasukan tameng. “Kita akan meredam massa atau melunakkan hati ribuan demonstran dengan menggunakan hati, berzikir,” tutupnya.

Pasukan Asmaul Husna tersebut di antaranya didatangkan dari Brimob Polda Jawa Barat, Polda Banten dan Polres Jakarta Timur. Pasukan dipimpin Wakapolres Jakarta Timur, AKBP H. Arif Rachman.

Untuk kesiapan pengamanan, Pasukan Asmaul Husna telah melakukan apel di silang Monas Jakarta, Rabu (2/11/2016). Mereka duduk bersila dan tangannya menengadah di atas lutut sambil melafalkan nama-nama Allah. (yendhi/yp)

  • Supirah

    Bagaimana mau mengharap investasi dari luar negeri utk membuka pabrik mereka disini dan membuka lowongan kerja di Indonesia jika terus menerus demo