Wednesday, 13 November 2019

Pasukan Asmaul Husna Amankan Demo 4 November Diapresiasi Ketua PBNU

Kamis, 3 November 2016 — 16:10 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

JAKARTA (Pos Kota) – Menghadapi aksi demo 4 November, Polri membentuk personel bersorban putih (Pasukan Asmaul Husna). Langkah itu dinilai menyejukan untuk menghadapi gempuran ribuan warga yang akan turun ke jalan.

Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengapresiasi salah satu strategi kepolisian yang menerjunkan pasukan Asmaul Husna. Dimana ia menilai, langkah Polri bertujuan positif dalam pengamanan aksi demo massa 4 November 2016. “Itu taktis untuk menyejukkan keadaan agar tidak ‘panas’,” ujarnya, Rabu (2/11).

Said menyarankan, pengunaan sorban putih perlu dibarengi kegiatan shalawat ataupun istighasah bersama. “Walaupun kumpul ribuan orang tapi kalau suasananya khusyuk, maka akan damai dan tidak terjadi apa-apa,” lanjutnya.

Terkait demo 4 November, PBNU tidak melarang nadhliyin berpartisipasi, namun mereka dilarang menggunakan atribut NU. Pasalnya, niat KH Hasjim Asy’ari mendirikan NU bukan untuk berdemo melainkan untuk membangun kekuatan masyarakat di berbagai lini, baik di bidang ilmu pengetahuan, budaya, hingga ekonomi.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis dalam akun facebooknya @cholil.nafis.1 turut angkat bicara perihal Pasukan Asmaul Husna. Bahkan dia juga mengomentari foto-foto apel Pasukan Asmaul Husna di Monas. “Saya ingin memberi judul gambar ini: “Polisi Berkalung Sorban,” tulisnya.

KH Cholil Nafis memuji dan turut mendoakan Pasukan Asmaul Husna. “Mudah2-an mereka segera berangkat haji minimal bisa umrah. Amin. Ada sebagian teman alumni Pesantren Sidogiri yg jadi TNI dan Polisi. Pastinya dia pandai mengaji bahkan baca kitab Kuning. Kemarin teman TNI dan Polisi yg alumni bercerita klo dia seusai tugas mengajar ngaji. Itu polisi yg hati dan ilmunya santri,” tutupnya.

Seperti diketahui, untuk penanganan humanis dalam demo 4 November 2016, Polri menempuh upaya yang berbeda. Polri membentuk Pasukan Asmaul-husna. Mereka akan menggunakan sorban putih, kopiah haji dan tidak bersenjata. Pasukan yang berada di barisan terdepan itu akan terus mengumandangkan zikir dan melafalkan Asmaul Husna atau nama-nama Allah. (Ifand)

  • Jiung

    Terjadilah apa yang diharapkan oleh orang2 yang kepengin Indonesia seperti di Suriah.