Monday, 21 October 2019

Banyak Sekolah Negeri di Tangsel Kutip Pungli

Jumat, 4 November 2016 — 18:53 WIB
Halaman SMAN 12 Kota Tangerang.(Awang)

Halaman SMAN 12 Kota Tangerang.(Awang)

TANGERANG(Pos Kota)- Masih banyak sekolah negeri di Kota Tangerang mengutip biaya kepada siswa. Ada yang langsung ada pula yang bekerjasama dengan organisasi orangtua siswa (Komite).

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Tengku Firdaus, hal itu bisa dikategorikan sebagai pungutan liar (Pungli) yang bisa dipidana. “Pungutan dana bisa dipidana pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun, atau Tipikor no.31 pasal 12 tahun 2001 dengan ancaman maksimal 5 tahun,” kata Firdaus, Jumat (4/11).

Firdaus mengakui, banyak sekolah negeri tetap mengutif biaya. Di antaranya berdalih infaq rumah ibadah, pelajaran tambahan, sumbangan dan lain sebagainya. “Jelas ini tidak dibenarkan,” katanya lagi.

Salah satunya adalah di SMAN 12 Kota Tangerang, yang mengutip dana infaq Rp 1000 setiap hari kepada setiap siswa. “Kalau infaq, kenapa harus dipaksakan dan terus diminta menjelang pembagian raport,” kata Algof, satu orangtua siswa di SMAN 12 Kota Tangerang, kepada Pos Kota.

Di sekolah lainnya di Kota Tangerang, ada yang pengumpulan dana melalui pihak pengurus Komite Sekolah (KS). Seperti di Madrasah Tsanawiyah (MTsN) 1 Kota Tangerang. Ketua Komite Ono Suhanda membenarkan adanya kutipan Rp 500 tibu dan Rp 700 ribu kepada siswa kelas 7 dan 8, untuk membangun sarana cornblock di halaman sekolah, perbaikan AC dan lainnya.

SDN Sukasari 05, komite juga mengutip biaya Rp 50 ribu per siswa setiap bulan. Mereka mengadakan sekolah tambahan, selama 2 jam yang diikuti semua siswa. “Kami akan melakukan evaluasi masalah ini,” kata Kepala Sekolah SDN Sukasari 05, Maspufah, Jumat (4/11).(Awang/us).