Wednesday, 23 October 2019

Pedagang Kaki-5 Serbu Trotoar Jatibaru

Senin, 7 November 2016 — 8:24 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Proyek peningkatan trotoar di kawasan perempatan Jatibaru, Tanah Abang, hampir selesai dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Hasil pekerjaan ini mestinya membuat nyaman bagi pejalan kaki, namun ternyata proyek ini seperti menyediakan tempat menggelar lapak bagi para pedagang Kaki-5.

Sebagian ruas proyek pembangunan ulang dan pelebaran trotoar yang sudah selesai, kini diserbu Kaki-5 menggelar aneka dagagan, seperti makanan, minuman, barang bekas dan lainnya. Hal ini terlibat di sepanjang Jalan Jatibaru, baik sisi kiri maupun kanan jalan, termasuk trotoar di bawah jembatan, semua penuh lapak.

Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat, baik melalui aplikasi Qlue yang dikelola Jakarta Smart City, maupun rubsrik Aspirasi Warga di koran Pos Kota. Adapun salah satu keluhan dari pengguna ponsel nomor 08121316148xxx, sbb: Pemprov DKI cuma asal menjalankan proyek bernilai puluhan miliar, namun tidak mengamankan aset, sehingga perbaikan trotoar hanya dinikmati PKL saja. Para pejalan kaki tergusur dan terpaksa berjalan kaki di badan jalan. Tolong tertibkan Pak Gubernur!

Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede sudah beberapa kali memerintahkan Satpol-PP dan aparat Kecamatan Tanah Abang untuk menertibkan kesemrawutan tersebut.

“Sebelumnya kawasan itu sudah pernah kami tertibkan, tapi Kaki-5 rupanya balik lagi menguasai trotoar. Kami akan menertibkan lagi,” tandas Mangara.

Para Kaki-5 di sini menguasai trotoar dari pagi sampai malam. Aktivitas jual-beli, turut menyumbang kemacetan lalulintas, baik dari arah Tanah Abang menuju Slipi maupun sebaliknya.

(joko/sir)

  • Supi

    Kebanyakan PKL di Jakarta bukan penduduk asli DKI dan mereka cuma membuat semrawut