Thursday, 14 November 2019

Ahmad Dhani Melapor ke Polda Metro Jaya

Rabu, 9 November 2016 — 19:05 WIB
Ahmad Dhani

Ahmad Dhani

JAKARTA (Pos Kota)- Calon wakil Bupati Bekasi Dhani Ahmad Prasetyo atau akrab dipanggil Ahmad Dhani datangi Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk melaporkan terkait pencemaran nama baik melalui media sosial atau fitnah yang dilakukan oleh pemilik akun Facebook Indra Tan berdasarkan atas LP/5493/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimsus.

Dugaan fitnah yang dilakukan Indra Tan tersebut adalah video orasi Ahmad Dhani pada saat aksi demo damai 4 November 2016 lalu yang diupload oleh Indra Tan di Facebook. Namun, dalam video tersebut telah mengalami pemotongan pada bagian akhir dan transkip yang ditulis berbeda dengan yang diucapkan oleh Ahmad Dhani sehingga mengubah makna.

“Hari ini Ahmad Dhani melaporkan pemilik akun Facebook yang menyebarkan Viral terkait dugaan fitnah. Di sini dikatakan dalam FB-nya (FB Indra) Ahmad Dhani harus jadi tersangka, Ahmad Dhani berorasi dengan berteriak maaf ‘anjing presiden Jokowi babi’ kemudian di share,” ujar kuasa hukum Ahmad Dhani, Ramdan Alamsyah, di depan SPKT Polda Metro Jaya, Rabu, (9/11/2016).

Ramdan menjelaskan bahwa Indra Tan ini adalah Ahokisme atau fans gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Nah siapakah Indra Tan ini, adalah Ahokisme yang boleh dikatakan bagian daripada ntah fansnya Ahok atau apalah. Nah ini contoh (tunjukan capture FB Indra Tan) disini ada ucapan selamat ulang tahun dari Ahok (berupa foto),” jelas Ramdan

Untuk itu, Ramdan menegaskan bahwa maksud diuploadnya video tersebut mempunyai beberapa tujuan salah satunya upaya politisasi terhadap kliennya.

“Di sini jelas sekali arah daripada disebarkannya video yang memang tidak sesuai dengan faktanya jelas fitnah kemudian tendensius dan jika saya melihat ada upaya politisisasi dan kriminalisasi dalam artian mengkriminalkan seolah-olah Ahmad Dhani bersalah dan mengadu domba antara Ahmad Dhani dengan Presiden Jokowi,” tegas Ramdan.

Untuk itu, pihaknya menyertakan video asli sebagai bukti untuk membenarkan bahwa tidak ada niat dari kliennya tersebut untuk menjelek-jelekkan atau berusaha menjatuhkam Presiden Jokowi.

“Kita mau luruskan semua dan video yang asli sudah kita serahkan sebagai bukti tidak ada sama sekali hal-hal yang diutarakan terkait menjelekkan atau juga menjatuhkan Jokowi sebagai presiden maupun pribadi,” paparnya.

Indra Tan di laporkan atas pencemaran nama baik melalui media sosial. Dengan diancam pasal 45 jo pasal 27 UU NO:11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP. (Yendhi)