Saturday, 14 December 2019

Warga Bantargebang Pertanyakan `Uang Bau`

Senin, 14 November 2016 — 10:11 WIB
Warga yang rumahnya di sekitar TPST Bantargebang, saat tatap muka dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.(saban)

Warga yang rumahnya di sekitar TPST Bantargebang, saat tatap muka dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.(saban)

BEKASI (Pos Kota)-Warga yang terdampak dengan berdirinya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, meminta Pemkot Bekasi segera menyelesaikan pembayaran “uang bau”.

“Dahulu uang bau Rp 300 ribu, hanya untuk beli air galon nggak cukup,” ujar Erwin, warga Bantargebang saat tatap muka dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi,  di rumah warga Kelurahan Cikiwul, Minggu (13/11/2016) malam.

Didampingi Sekretaris Daerah, Rayendra, para staf ahli Walikota, Asisten Daerah, dan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pertemuan itu meneruskan pada pekan lalu terkait kedatangan Plt. Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang meninjau TPST Bantargebang dan telah menyepakati Adendum terkait permintaan warga.

Walikota Bekasi yang mendengarkan keluhan keluhan warga Kecamatan Bantargebang yang berada di area TPST Bantargebang, Erwin, perwakilan warga juga menanyakan dana Kompensasi yang telah disepakati oleh Provinsi DKI Jakarta usai pemutusan kontrak pihak ketiga. Beberapa keluhan tersebut dijelaskan mengenai kapan dana kompensasi tersebut cair, termasuk Air limbah (air licin) yang telah mengalir agar dibuatkan poulder air yang mengalir ke muara itu aman, pemulihan lingkungan, sarana air bersih begitu instalansi nya.

Selain itu, dana kompensasi yg diterima warga biasa disebut “Dana Bau” dijelaskan untuk beli air bersih saja tidak cukup, perharinya jika dihitung satu galon 15 ribu, jika dihitung perbulannya mendapatkan 300 Ribu yang cairnya pertiga bulan terkadang macet untuk pencairannya.

Usulan warga juga datang dari Kelurahan se-Kecamatan Bantargebang, yang juga mengusulkan agar mendapatkan “Dana Bau” di area TPA Sumur Batu, juga Warga yang merasa berdampingan dengan Kabupaten Bogor yang juga mengkritik agar mendapatkan dana Kompensasi juga.

Warga yang telah mendapatkan dampak negatif dari bau nya TPST Bantargebang juga mengeluhkan mengenai Drainase serta saluran yang rusak, dan menjelaskan sebagian infrastruktur yang telah rusak.

Walikota usai mendengarkan keluhan tersebut, menjelaskan bahwa dana Kompensasi yang sebelumnya mendapatkan 300 Ribu akan naik mulai bulan ini sebanyak 100% menjadi 600 Ribu untuk Dana Bau nya di areal TPST Bantargebang, juga tidak usah khawatir dengan perincian dari saudara Erwin yang telah merincikan setiap sen rupiahnya, itu tidak akan hilang dan akan tetap diawasi oleh Walikota.

Juga dijelaskan, mengenai dapatnya dana hibah dari DKI Jakarta akan dilarikan penuh untuk masyarakat Bantargebanh, termasuk segi kesehatan yang akan dibangun Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Rawat Inap di tiap Kelurahannya, Pendidikan nya juga diperhatikan akan dibangun sekolah sekolah di Kecamatan Bantargebang, agar para penerus bangsa tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

Penjelasan Walikota mengenai warga yang bersebelahan dengan perbatan Kabupaten Bogor, agar Lurah setempat bisa melihat kondisi kondisi yang ada, seperti sampah yang telah menempel di dinding rumah warga, agar Lurah turun langsung mendengarkan keluhan warganya.

Melihat kondisi ini, Walikota menegaskan akan tetap membantu dan mendengarkan aspirasi warganya, selama DKI Jakarta memperhatikan kemauan dari mitra kota nya, akan tetap bekerja sama dan melaporkan setiap ada permasalahan.

Mengenai pinggiran pinggiran rumah warga ya g terkena dampak dari TPST Bantargebang, maupun TPA Sumur Batu nanti akan langsung ditindaklanjuti oleh Lurah dan Camat setempat.

(saban/sir)