Saturday, 07 December 2019

WN Tiongkok Pemalsu Dokumen Dideportasi

Senin, 28 November 2016 — 19:39 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Montano Rengkung

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Montano Rengkung

SERANG (Pos Kota) – Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Banten akhirnya memulangkan (deportasi), Wang Fuqiang, 30, Warga Negara Tiongkok karena melanggar izin tinggal. Pelaku pemalsuan dokumen kependudukan ini dideportasi Jumat (25/11) sore.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Montano Rengkung didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Muhammad Reza, Senin (28/11), membenarkan pihaknya telah mendeportasi Wang Fuqiang.

Montano menjelaskan tindakan deportasi merupakan kewenangan imigrasi dan telah dikordinasikan dengan Kanwil Kemenkumham Banten.

“Deportasi merupakan hukuman terburuk bagi warga asing yang melanggar UU Keimigrasian. Apalagi dalam kasus Wang Fuqiang ini, tidak boleh masuk ke Indonesia lagi,” tegas Montano.

Menurut Montano, Wang Fuqiang diamankan saat proses pembuatan paspor Indonesia pada Jumat (11/11) lalu. Pada saat mengajukan permohonan paspor, pelaku memiliki dokumen kependudukan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang. Namun dalam pemeriksaan oleh petugas Wasdakim, Wang mengaku kedatangannya ke Imigrasi untuk mengurus ijin tinggal bukan mengajukan paspor.

“Jadi dia (Wang, red) juga mengaku ditipu oleh orang-orang yang membawanya ke kantor imigrasi. Apalagi yang bersangkutan juga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih selama 2 malam. Jadi khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kami putuskan untuk dilakukan deportasi,” terang Montano.

Terkait dokumen kependudukan yang dikeluarkan pihak kantor Disdukcapil Kabupaten Pandeglang, Montano mengatakan pihaknya akan membantu memberikan dokumen jika diperlukan. “Jika ada instansi yang akan melakukan penyelidikan terkait dokumen kependudukan itu, akan kita bantu,” tegasnya.

Lebihlanjut dikatakan, meski telah melakukan deportasi terhadap Wang Fuqiang, namun pihaknya tidak menghentikan proses penyelidikan atas dugaan adanya praktek pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Imigrasi Serang. Kasus dugaan praktek pungli, lanjut Montano, sudah ditangan Tim Saber KemenkumHAM.

“Kalau untuk proses dugaan pungli sudah ditangani tim saber pusat,” kata Montano. (haryono)