Tuesday, 12 November 2019

Penyebab Kebakaran di Sukabumi Paling Banyak Korsleting Listrik

Sabtu, 3 Desember 2016 — 0:18 WIB
Petugas damkar Sukabumi saat memadamkan kebakaran di pabrik.

Petugas damkar Sukabumi saat memadamkan kebakaran di pabrik.

SUKABUMI (Pos Kota) – Korsleting listrik atau hubungan arus pendek mendominasi penyebab kasus kebakaran di Kabupaten Sukabumi, Jawa barat.

Berdasarkan data Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi, mulai dari Januari hingga November, jumlah kasus kebakaran mencapai 78 kali. Sedangkan tahun 2015, jumlah kasus kebakaran mencapai 212 kali.

Menurut Kepala Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka kasus kebakaran turun. Di antaranya tahun ini masuk kemarau basah, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilanda musim kemarau kering panjang.

Faktor lainnya adalah keberhasilan jajarannya menyosialisasikan pencegahan ke tiap desa/kelurahan dalam sistem keselamatan kebakaran lingkungan (SKKL) dan manajemen penanggulangan kebakaran (MPK) bangunan gedung.

“Lebih dari 50 persen kasus kebakaran akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Karena itu, kami mengimbau agar warga senantiasa teliti mengecek instalasi listriknya. Dan sebagai fungsi pencegahan, kami selalu menyosialisasikan hal itu kepada warga,” kata Puji Jumat (2/12/2016).

Di lain sisi, Puji menyebutkan saat ini mobil damkar yang dimiliki Pemkab ada 12 unit. Lima unit di antaranya spesifikasinya sudah sesuai standar. Ke-12 unit mobil damkar itu tersebar di tujuh pos di beberapa wilayah.

“Satu pos rata-rata siaga dua unit mobil damkar. Masing-masing unit diisi sebanyak lima personil. Sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021, kami sudah mengusulkan penambahan tiga unit mobil damkar,” terangnya.

Idealnya, lanjut Puji, dari hasil kajian dengan pertimbangan luasan wilayah jumlah pos damkar seharusnya sebanyak 20 pos. Kendati demikian, untuk saat ini dengan jumlah armada yang ada begitu ada kasus kebakaran, baik bangunan, lahan, maupun bencana lainnya masih bisa ditanggulangi.

“Jumlah personil sebanyak 116 orang. Rinciannya, 101 berstatus PNS sisanya non-PNS. Untuk meningkatkan SDM kami selalu mengirimkan ke Kantor Damkar DKI untuk mengikuti pendidikan dan latihan di sana, baik dasar maupun lanjutan,” ujarnya. (sule)

  • Mangap

    Ada yang bilang kebakaran banyak diakibatkan karena kabel sekarang kebanyakan pakai Aluminium yang cepat panas kalau bebannya besar. bukan pakai tembaga lagi. Tolong di cek apakah benar ? solusinya apa ?